Empat Makanan Khas Sulawesi Tenggara Yang Patut Dicoba Ketika Berkunjung

FOTO: net/indolinear.com
Selasa, 28 Juli 2020
Nusantara | Uploader puspita
loading...

Indolinear.com, Sulawesi Tenggara – Makanan khas Sulawesi Tenggara perlu dicoba ketika sedang berada disana. Sulawesi Tenggara terletak di Jazirah Tenggara Pulau Sulawesi dengan ibukota Kendari.

Makanan khas ini ada yang terbuat dari beras, singkong, pati sagu, ubi, jagung, buah salak bahkan sate dari kerang. Bahan tersebut dipadu dengan aneka bumbu yang sedap.

Berikut makanan khas Sulawesi Tenggara yang patut dicoba ketika berkunjung kesana.

Lapa-Lapa

Lapa-lapa memiliki rasa gurih karena terbuat dari santan. Makanan khas ini berasal dari daerah Buton. Lapa-lapa banyak dijumpai ketika Ramadhankarena biasa dijadikan santapan saat buka puasa sebagai pengganti nasi. Masyarakat sekitar memakan lapa-lapa dibarengi dengan ikan asin.

Ikan asin yang biasa digunakan yaitu Ikan Kaholeonarore. Ikan yang mudah didapatkan di daerah Sulawesi Tenggara. Ikan Kaholeonaror adalah ikan khas Provinsi Sulawesi Tenggara.

Cara membuat Lapa-Lapa cukup mudah. Beras dan santan direbus bersamaan. Setelah agak matang keduanya dibungkus janur kelapa yang masih muda. Setelah dibungkus, lapa-lapa direbus kembali sampai benar-benar matang.

Luluta

Luluta memiliki rasa khas gurih karena terbuat dari bahan dasar beras yang dimasak di dalam bambu. Makanan khas ini dikenal ke luar negeri karena destinasi wisata Wakatobinya.

Biasanya makanan ini disebut Nasi Bambu. Yang merupakan dari daerah Wakatobi. Makanan ini biasa disajikan dengan air kelapa muda.

Cara membuatnya mudah. Beras, daun pisang, dan bambu disiapkan. Kemudian bersihkan beras dan masukkan ke dalam bilah bambu yang dilapisi daun pisang. Lalu bakar bambu di atas api atau bisa juga gunakan kompor.

Setelah Nasi Bambu ini matang, sajikan dengan ikan bakar yang dicobek. Juga siapkan air kelapa muda agar suasana Wakatobinya lebih terasa.

Sate Gogos Pokea

Sate Gogos Pokea memiliki rasa khas gurih dan pedas masyarakat lokal. Makanan khas ini terbuat dari bahan dasar daging kerang yang dipadukan dengan sambal bacem manis. Sambal bacem manis merupakan sambal masyarakat lokal.

Makanan khas ini berasal dari daerah Kali Pohara, Kabupaten Konawe dan Asera, Konawe Utara. Makanan khas ini mudah sekali ditemukan di daerah Sulawesi Tenggara.

Cara membuatnya yaitu dengan menyiapkan daging kerang yang sudah ditusuk seperti sate. Kemudian dibakar dengan bumbu sate sesuai selera. Setelah sate daging kerang sudah jadi tinggal tambahkan sambal bumbu bacem manis khas masyarakat lokal, bisa juga tambahkan petai dalam penyajiannya.

Sinonggi

Sinonggi memiliki rasa khas gurih dan manis karena pati sagu dan kuah rempahnya. Makanan ini merupakan menu utama dari Suku Tolaki. Yang sekarang disebut dengan Tradisi Mosonggi.

Suku Tolaki yang merupakan salah satu suku di Sulawesi Tenggara. Makanan ini termasuk dalam kategori makanan khas yang sulit ditemui. Hal itu karena pati sagu sudah banyak tergantikan oleh beras.

Cara membuat makanan ini seperti membuat bubur. Bedanya bahan dasar yang digunakan dalam membuat makanan khas ini menggunakan pati sagu. Setelah bubur dari sari pati matang, makanan ini ditambah siraman kuah rempah yang sudah disiapkan sebelumnya.(pit)

Saat mengunjungi Banten, ada juga makanan khas yang tidak boleh dilewatkan. Mau tahu apa saja? Berikut informasinya.

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: