Empat Kesalahan Dalam Mengonsumsi Kopi Yang Bisa Menghilangkan Manfaat Sehatnya

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 5 September 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kopi merupakan minuman yang biasa dikonsumsi banyak orang sehari-hari. Dalam kadar yang tepat, kopi bisa menjadi minuman yang menyehatkan bagi tubuh.

Kopi bisa membantu meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, serta mood milik seseorang. Dilansir dari Livestrong, Nina Riggins MD, PhD dari University of California San Diego juga menyebut bahwa kopi memiliki kandungan antioksidan serta efek anti peradangan di dalamnya.

Hasil penelitian pada tahun 2017 juga menyebut bahwa konsumsi kopi dalam jumlah tepat bisa menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif. Diketahui bahwa konsumsi kopi dalam jumlah tepat bisa mengatasi kondisi seperti Alzheimer’s dan Parkinson’s.

Semua manfaat itu hanya bisa diperoleh ketika mengonsumsi kopi dengan cara tepat. Dilansir dari Merdeka.com (03/09/2021), berikut sejumlah kesalahan dalam minum kopi yang bisa membuat hilang manfaat sehatnya.

  1. Konsumsi Kopi Terlalu Banyak

Mengonsumsi dalam jumlah tepat bisa berdampak positif bagi kesehatan otak. Walau begitu, ketika mengonsumsi secara berlebihan, justru dampak buruk yang bisa muncul.

Penelitian yang dipublikan pada Juni 2021 lalu mengungkap bahwa konsumsi lebih dari enam cangkir kopi sehari bisa berdampak buruk. Hal ini diketahui bisa memperkecil volume otak dan meningkatkan risiko demensia hingga 53 persen.

Cara Mengatasinya: Bagi orang dewasa, disarankan untuk maksimal mengonsumsi 400 miligram kopi per hari. Jumlah ini setara dengan sekitar 4 cangkir kopi per hari.

  1. Konsumsi Terlalu Sore atau Malam

Dorongan energi dari kopi bisa membantu meningkatkan semangat di siang hari. Mengonsumsi kopi terlalu sore atau bahkan malam hari justru bisa mengganggu jam tidur dan membuat sulit terlelap di malam hari.

Kafein diperkirakan bisa bertahan hingga 5 jam di dalam tubuh dan membutuhkan 10 jam hingga benar-benar hilang dari tubuh. Oleh karena itu konsumsi kopi terlalu sore atau bahkan malam bisa membuat jam tidurmu terganggu.

Kurangnya tidur di malam hari bisa berdampak saat buruk bagi kesehatan otak. Ketika hal ini terjadi dalam waktu lama, dampak buruk terhadap obat bisa terjadi dan risiko masalah seperti Alzheimer’s juga meningkat.

Cara mengatasinya: Pastikan untuk mengonsumsi kopi, maksimal enam jam sebelum tidur.

  1. Kopi Terlalu Manis

Banyak orang Indonesia yang menyukai kopi dengan rasa sangat manis. Sayangnya, kebiasaan minum kopi dengan rasa yang terlalu manis ini bisa berdampak buruk bagi otak.

Hasil penelitian tahun 2019 mengungkap bahwa konsumsi gula berlebih pada lansia bisa berdampak buruk pada kognisi otak. Selain itu, gula darah yang tinggi bisa membuat otak menyusut, mengganggu fungsinya, serta bisa berujung masalah saluran darah.

Cara mengatasinya: Batasi konsumsi gula setidaknya satu sendok pada tiap cangkir kopi.

  1. Jangan Berhenti Mendadak

Banyak orang yang ingin berhenti mengonsumsi kopi. Namun ketika kamu memutuskan berhenti dan langsung stop sama sekali mengonsumsinya, maka hal ini bisa berdampak buruk.

Ketika kamu berhenti secara mendadak ketika sebelumnya telah memiliki kebiasaan ini, bisa terjadi efek balik di tubuhmu yang menimbulkan sakit kepala. Selain itu, hal ini juga bisa menimbulkan masalah unruk berkonsentrasi.

Cara mengatasinya: Untuk mencegah sakit kepala serta kesulitan konsentrasi, sebaiknya kurangi jumlah kopi yang diminum secara perlahan. Kamu juga bisa menggantinya dengan kopi decaffeine untuk sementara waktu. (Uli)