Empat Jenis Olahraga yang Tetap Aman Dilakukan bagi Penderita Asma

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 7 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Olahraga tetap merupakan salah satu hal yang penting dilakukan oleh siapapun. Baik pada orang dengan kondisi kesehatan seperti apa pun, menjaga kebugaran dengan olahraga tidak boleh dikesampingkan.

Pembeda antara olahraga bagi satu orang dengan orang lain adalah jenis dan intensitasnya. Mengetahui jenis olahraga yang cocok dengan kondisi kesehatan seseorang merupakan sebuah hal yang disarankan.

Bagi penderita asma, olahraga juga merupakan suatu hal yang tidak boleh dikesampingkan. Penelitian mengungkap bahwa olahrga aerobik diketahui bisa meningkatkan kontrol terhadap asma serta fungsi paru-paru.

Walau begitu, perlu terdapat penyesuaian jenis olahraga yang dianggap paling tepat dilakukan penderita asma. Olahraga ini cenderung memiliki dampak rendah. Dilansir dari Merdeka.com (05/12/2020), berikut sejumlah olahraga yang bisa dilakukan penderita asma dengan aman.

Berenang

Berenang merupakan olahrag yang sangat tepat bagi penderita asma. Pasalnya, udara yang kamu hirup saat berada di air cenderung lebih lembap sehingga menurunkan kemungkinan hilangnya panas pada sistem pernapasan. Hal ini bisa menurunkan risiko terjadinya asma pada seseorang.

Walau begitu, tetap jangan melakukannya terlalu keras karena bisa meningkatkan risiko asma. Lakukan dengan santai dan perlahan serta dalam jangka waktu di bawah 60 menit untuk memperoleh manfaat maksimalnya bagi penderita asma.

Berjalan

Berjalan merupakan olahraga paling mudah dan murah yang bisa kita lakukan. Olahraga ini juga bisa memberi banyak manfaat seperti meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan energi, serta melindungi dari penyakit yang berkaitan dengan sistem imum.

Bagi penderita asma, berjalan bisa menjadi olahraga yang sangat tepat karena tidak memaksa tubuh. Hal ini bisa membuat tubuh tetap segar dan bugar tanpa memicu kambuhnya asma.

Yoga

Yoga bisa jadi pilihan olahraga yang aman dilakukan penderita asma. Pasalnya, ketika melakukan yoga, kamu bakal berusaha mengoptimalkan pernaasan serta melakukannya dengan perlahan dan disertai dengan gerakan sederhana dan berdampak.

Penelitian tahun 2017 mengungkap bahwa melakukan yoga bisa meningkatkan kualitas hidup penderita asma. Hal ini bisa membuat mereka lebih sehat, nyaman, dan lebih mampu terlibat dalam berbagai kegiatan lainnya.

Olahraga berdampak rendah lain yang membutuhkan waktu letupan singkat sekitar lima atau delapan menit juga disarankan untuk dilakukan. Olahraga ini bisa berupa:

– Tenis

– Senam

– Golf

– Bela Diri

– Anggar

– Angkat Beban

– Berlari

Menurut penelitian tahun 2015, pelari jarak jauh memiliki risiko asma lebih besar dibanding sprinter. Hal ini disebabkan karena mereka mengalami stres dalam jarak waktu lebih lama. Penelitian tahun 2020 mengungkap bahwa ketika kamu berolahraga dalam jangka waktu lebih singkat dan dengan letupan energi seketika, kamu menghindari paparan yang terlalu lama sehingga tidak memicu terjadinya asma. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: