Empat Faktor Yang Harus Diperhatikan Pengguna Mobile Banking, Jangan Disepelekan

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 1 Januari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Penggunaan layanan digital untuk bertransaksi di tengah situasi pandemi seperti saat ini tentunya meningkat pesat. Mereka yang awalnya awam akhirnya akan ikut memberanikan diri untuk mencoba melakukan transaksi digital serta merasakan kemudahannya.

Sebagai informasi, bahwa OJK telah mencatat transaksi online telah naik sebesar 320 persen pada Maret 2020 dan di April lalu naik hingga 480 persen. Sedangkan Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi digital banking mengalami pertumbuhan yang tinggi sebesar 38,81 persen (yoy) pada Juli 2020.

Namun, hal yang harus diperhatikan adalah dengan maraknya penggunaan transaksi digital juga akan dapat mengundang kejahatan contohnya kejahatan siber yang dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Jika sudah begitu menikmati kemudahan teknologi juga harus dibarengi dengan kewaspadaan serta kehati-hatian jika tak ingin hal yang tidak diinginkan dapat terjadi.

Sebenarnya, ada beberapa cara mudah untuk menjaga keamanan transaksi digital namun telah sering dilupakan atau lengah ataupun dianggap sepele oleh banyak nasabah bank pengguna layanan digital sampai akhirnya terjadi hal yang tak diinginkan.

Agar dapat bertransaksi dengan aman, berikut ini kami telah rangkum 4 faktor yang harus diperhatikan pengguna mobile banking, yang dilansir dari Merdeka.com (30/12/2020).

  1. Hindari Penggunaan Wifi Umum

Faktor yang harus diperhatikan dalam penggunaan mobile banking adalah selalu hindari penggunaan wifi umum saat mengakses aplikasi perbankan. Hal tersebut karena koneksi dari Wi-fi di tempat umum seringkali tak terjamin keamanannya. Bahkan, akan bisa membuat data-data di dalamnya juga rentan diretas oleh hacker.

  1. Rutin Perbaharui Data

Faktor yang harus diperhatikan dalam penggunaan mobile banking yang berikutnya adalah rutin memperbaharui data. Rutin memperbaharui data atau pengkinian data yang tersimpan pada bank menjadi solusi agar terhindar dari scamming. Mulai dari alamat sampai SIM card ponsel, sampai OTP.

Selain itu, perlu cermat dalam memperbarui aplikasi mobile banking yang terpasang di smartphone. Hal itu untuk memastikan aplikasi itu dilengkapi layanan keamanan terbaru.

Dengan memperbarui aplikasi mobile banking secara rutin, nasabah bisa menikmati manfaat serta beragam fitur (misalnya keamanan yang ditingkatkan) yang ditawarkan dalam versi terbaru dari aplikasi tersebut serta peningkatan keamanan.

  1. Ubah Pin Secara Berkala

Faktor lain yang harus diperhatikan para pengguna mobile banking adalah mengubah pin secara berkala. Banyak orang tidak mau mengubah PIN secara berkala karena ribet.

Padahal, dengan mengubah PIN ATM maupun transaksi digital bisa mencegah pencurian data dari smartphone.  Maka dari itu, lakukan perubahan PIN secara berkala, setidaknya sebulan sekali menggunakan PIN baru.

  1. Aktifkan Layanan Autentifikasi Akun Perbankan

Sebagian besar bank tentunya telah memberikan penawaran beragam layanan serta perangkat autentifikasi. Salah satunya adalah one-time-password yang berfungsi untuk melakukan autentifikasi serta melakukan verifikasi proses transaksi yang telah dilakukan.

Dengan layanan ini maka pengguna mobile banking akan dapat terlindungi dengan lebih baik serta transaksi juga bisa lebih aman. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: