Empat Efek Samping Demam Berdarah yang Dialami Walau Sudah Sembuh

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 14 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Demam berdarah merupakan salah satu masalah keseahtan yang renan terjadi di Indonesia. Masalah ini disebabkan nyamuk dengue yang menjadi penyebab masalah kesehatan ini.

Masalah ini semakin rentan dialami pada masa perubahan musim seperti sekarang. Kondisi ini menyebabkan munculnya semakin banyak nyamuk termasuk nyamuk dengue.

Udara yang lembap dan panas menjadi tempat ideal bagi munculnya nyamuk. Hal ini bisa semakin bertambah buruk dengan banyaknya penyimpanan air yang kotor dan ditumbuhi jentik-jentik.

Walau sudah sembuh dari demam yang terjadi pada sat demam berdarah, namun bukan berarti masalahmu sudah usai. Terkadang terdapat sejumlah efek samping masalah kesehatan yang tetap terjadi.

Sejumlah masalah kesehatan ini bisa sangat mengganggu dalam aktivitasmu sehari-hari. Dilansir dari Merdeka.com (12/10/2020), berikut sejumlah efek samping demam berdarah yang bisa tetap kamu alami walau sudah sembuh.

Sendi dan Tulang Nyeri

Demam berdarah merupakan salah satu masalah kesehatan yang bisa mempengaruhi kondisi tulang. Ketika mengalami masalah ini, gejala yang umum muncul adalah nyeri di persendian, otot, dan tulang, serta disertai ruam, demam tinggi, sakit kepala parah, mual, dan bahkan muntah.

Dampak kesehatan yang muncul terhadap tulang dari masalah kesehatan ini bisa bertahan bahkan ketika sudah sembuh. Oleh karena itu, rasa nyeri di sendi dan tulang ini kadang masih bisa bertahan walau demam sudah usai.

Stres dan Kecemasan

Seseorang yang memiliki riwayat demam berdarah memiliki gejala kecemasan dan stres yang lebih tinggi. Mereka juga mungkin mengalami kondisi psikologis yang juga perlu diatasi secepat mungkin.

Rambut Rontok

Ketika seseorang tengah memulihkan diri dari demam berdarah yang parah, mereka kerap mengalami rambut rontok secara berlebih. Jenis rambut rontok ini bisa bertahan hingga 1-2 bulan usai demam sembuh.

Sejumlah orang yang mengalami demam berdarah juga mengalami kerontokan akibat pengobatan yang dijalani. Faktor lain yang berpengaruh adalah metabolisme, stres hormolan, serta infeksi sistemik yang parah.

Sistem Kekebalan Tubuh yang Melemah

Demam berdarah bisa menyebabkan dampak yang parah terhadap sistem kekebalan tubuh. Melemahnya kekebalan tubuh ini berdampak tingginya peluang seseorang mengalami sakit.

Ketika sistem kekebalan tubuh melemah, seseorang juga bisa merasa lemah dan lelah. Pada kondisi seperti ini, sebaiknya konsumsi makanan yang seimbang serta lakukan aktivitas fisik agar bisa tetap bugar. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: