Embrio dan PKSPL Gelar EIS di IPB Bogor

radarbogorid/indolinear.com
Selasa, 21 November 2017
loading...

Indolinear.com, Bogor – Enhancing Marine Biodiversity Research in Indonesia (Embrio) bersama dengan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) LPPM IPB menggelar The 3rd Embrio International Symposium (EIS). Acara ini digelar di IPB International Convention Center (IICC) Bogor.

Dekan FPIK IPB, Luky Adrianto menuturkan, Embrio dapat berperan dalam mendorong inovasi dan penelitian ilmiah, dengan memanfaatkan potensi keanekaragaman hayati laut. “EIS 2017 merupakan acara penting bagi IPB, karena merupakan salah satu pilar fokus utama bidang penelitian dan pendidikan yang dicanangkan oleh IPB sejak 2014,” ucapnya.

Sementara, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Gellwynn Jusuf, yang hadir sebagi keynote speaker, mengatakan, EIS 2017 merupakan inisiasi yang baik dari perguruan tinggi dalam rangka membantu pemerintah men­capai indeks pemba­ngunan manusia atau SDGs. “Strategi yang komprehensif harus dikembangkan untuk keberlanjutan konservasi. Mulai dari pelestarian ekologi laut, manajemen protection dan marine biodiversity,” ujarnya.

Wakil Rekor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Prof Anas M Fauzi menambahkan, Embrio diharapkan dapat menjadi central gate dalam upaya membangun jaringan kerja sama antara international scientist dan lembaga penelitian yang ingin membangun kolaborasi penelitian di Indonesia.

Adapun, peserta EIS 2017 sebanyak 150 orang. Peserta yang mengirimkan karya ilmiah 63 orang dan poster ilmiah 20 orang. Mereka berasal dari sejumlah perguruan tinggi dalam negeri. Antara lain, Universitas Riau, Universitas Hasanudin, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, Universitas Maritim Ali Haji, dan Universitas Bengkulu.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara IPB dan James Cook University, IPB dengan National University of Singapore, IPB dengan National Institute of Technology Wakayama College dan IPB dengan Memorial University of Newfoundland.

Karya ilmiah EIS 2017 akan dipublikasikan pada beberapa jurnal, di antaranya HAYATI (Biosciences journal), Jurnal Akuakultur Indonesia, Jurnal Iktiologi Indonesia, Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis serta Jurnal Perikanan Laut.(Gie)

loading...