Ekosistem Digital Emtek Dan Grab Diharap Menjadi Wadah UMKM Lebih Produktif

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Selasa, 17 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kolaborasi strategis Grab Indonesia dan Emtek Group yang diumumkan pekan lalu dinilai sangat penting dan punya dimensi luas karena akan menggabungkan kekuatan dari dua ekosistem digital.

Kekuatan super aplikasi Grab akan bersinergi dengan portofolio bisnis Emtek di bidang media, all-commerce, dan produksi konten. Apalagi, kedua perusahaan berkomitmen akan mempercepat transformasi digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang difokuskan pada kota-kota tier 2 dan 3 yang selama ini seolah luput dari hingar-bingar perkembangan bisnis digital.

Selain itu, kolaborasi ini akan menyediakan layanan digital yang lebih terjangkau bagi masyarakat, bahkan di daerah yang tingkat digitalisasinya masih rendah.

Pengamat ekonomi dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P. Sasmita, menilai kolaborasi strategis Grab dan Emtek akan memberi landasan kokoh dan fungsional bagi perkembangan sistem digital nasional ke depan, karena membuka peluang yang sama dan sebesar-besarnya bagi semua pelaku usaha di Indonesia.

“Dengan kata lain, kolaborasi strategis ini tidak saja termotivasi untuk mengembangkan usaha korporasi kedua belah pihak, tapi juga secara serius ingin mengajak semua pelaku UMKM untuk ikut maju bersama, terutama di kota-kota tier 2 dan 3 yang belum menjadi fokus selama ini,” ujar Ronny dalam keterangannya, dilansir dari Merdeka.com (16/08/2021).

Seperti diberitakan, kedua perusahaan akan menjajaki peluang kolaborasi di sektor logistik dan e-commerce, layanan keuangan, telemedicine, periklanan, dan media digital. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. telah menginvestasikan 375 juta dolar AS (atau sekitar Rp 5,4 triliun) di PT Grab Teknologi Indonesia.

Prioritas utama kolaborasi Grab dan Emtek Group adalah memperluas digitalisasi hingga ke tingkat kabupaten. Ini adalah langkah fundamental yang penting karena meskipun 99% dari bisnis di Tanah Air adalah UMKM, namun baru sekitar 21% yang memiliki akses digital.

“Visi di balik kolaborasi strategis Emtek dan Grab ini layak dijadikan benchmark bagi kolaborasi-kolaborasi strategis perusahaan teknologi Indonesia ke depannya, karena mengusung spirit yang sangat inklusif-produktif dalam mengakomodasi pelaku-pelaku ekonomi lainnya, terutama UMKM,” tambah Ronny.

Ronny percaya bahwa ke depannya ekosistem digital besutan Emtek dan Grab ini diharapkan bisa menjadi wadah UMKM menjadi lebih produktif dan agresif di satu sisi, tapi juga bisa lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk-produk baru berdaya saing tinggi. Yang tak kalah penting, UMKM juga harus kreatif dan inovatif dalam menghadirkan produk-produk tersebut di tengah-tengah ekosistem digital nasional di sisi lain.

“Kehadiran ekosistem digital yang pro-UMKM ini pada gilirannya akan memperkokoh status dominan UMKM di dalam sistem perekonomian nasional, untuk kemudian bersaing di pentas ekosistem ekonomi digital berskala global,” pungkas Ronny. (Uli)