Ekonomi AS Diperkirakan Tumbuh 30 Persen Lebih, Ini Pemicunya

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 30 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, AS – Ekonomi Amerika Serikat (AS) kemungkinan mengalami rekor pertumbuhan pada kuartal ketiga karena lebih dari 3 triliun dolar AS bantuan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Kucuran dari Bank Sentral AS atau The Federal Reserve memicu belanja, tetapi dampak resesi akibat Covid-19 bisa memakan waktu satu tahun atau lebih untuk pulih.

“Tidak ada yang membantah bahwa laporan Departemen Perdagangan pada hari ini tentang produk domestik bruto (PDB) akan menjadi salah satu buku sejarah.

Meskipun demikian, itu tidak akan berbuat banyak untuk mengurangi tragedi kemanusiaan yang disebabkan oleh pandemi virus corona dengan puluhan juta orang Amerika masih menganggur dan lebih dari 222.000 tewas,” mengutip dari Tribunnews.com (29/10/2020).

Dengan lima hari tersisa untuk hari Pemilu dan mengikuti sebagian besar jajak pendapat nasional, Presiden Donald Trump mungkin akan memanfaatkan rebound yang menakjubkan dalam PDB sebagai tanda pemulihan setelah penurunan terdalam setidaknya dalam 73 tahun.

“Angka perkiraan pertumbuhan PDB pada kuartal ketiga akan dramatis dan sama sekali tidak akan berpengaruh pada pemilu,” kata Christopher Way, profesor pemerintah di Cornell University.

“Itu adalah kinerja ekonomi di paruh pertama tahun pemilu yang penting.

Bagi orang-orang yang masih tidak bekerja atau berjuang dengan tabungan yang semakin menipis setelah stimulus habis, dampaknya akan kecil,” lanjutnya.

PDB mungkin rebound pada tingkat tahunan 31 persen pada kuartal IV atau terakhir di 2020, menurut survei ekonom Reuters.

Itu akan menjadi laju tercepat sejak pemerintah mulai membuat catatan pada tahun 1947 dan mengikuti tingkat penurunan bersejarah sebesar 31,4 persen pada kuartal II.

Lonjakan pertumbuhan PDB yang diharapkan akan menutupi setengah dari penurunan 10,6 persen dalam output pada paruh pertama tahun ini.

Sebagai perbandingan, ekonomi AS berkontraksi 4 persen dari puncaknya ke titik rendah selama resesi Hebat 2007 hingga 2009.

Di sisi lain paket stimulus penyelamatan ekonomi memberikan garis hidup bagi banyak bisnis dan pengangguran, meningkatkan belanja konsumen, yang dengan sendirinya diperkirakan telah mencapai sekitar 80 persen dari lonjakan PDB.

“Tetapi pendanaan pemerintah telah habis tanpa ada kesepakatan untuk bantuan lainnya dan kasus Covid-19 baru menyebar di seluruh negeri, memaksa pembatasan pada bisnis seperti restoran dan bar,” lanjut keterangan itu. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: