E-sports Ingin Menjadi Ekstrakurikuler, PBEsI Siapkan Laman Garudaku.com

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Sabtu, 25 Desember 2021

Indolinear.com, Jakarta – Agar olahraga e-sports bisa menjadi ekstrakurikuler di sekolah, Pengurus Besar E-sports Indonesia (PBEsI) menyiapkan sejumlah langkah.

Sekretaris Jenderal PBEsI Frengky Ong menyebut bahwa salah satu yang disiapkan pihaknya adalah laman khusus.

“Namanya Garudaku.com,” kata Frengky Ong, dilansir dari Kompas.com (24/12/2021).

Frengky menerangkan secara teknis, pembelajaran, presensi, input nilai, dan materi akan tersedia di Garudaku.com .

Pada praktinya kelak, setelah pembelajaran kelas selesai, siswa wajib mengunduh materi di laman itu.

“Ini sebagai syarat presensi,” ucapnya.

Selanjutnya, pelatih akan menginput atau memasukkan penghitungan rapor tiap bulannya.

“Materi disampaikan dalam bentuk video interaktif,” kata Frengky Ong.

Frengky Ong mengatakan dalam pembelajaran di video interaktif, ada ruang diskusi bagi siswa.

“Di ruang diskusi, siswa bisa bertanya kepada pelatih secara langsung,” kata Frengky Ong.

Materi

Kemudian, siswa akan mengikuti kelas ekstrakurikuler e-sports satu kali dalam seminggu.

Durasi kelas adalah 90 menit.

Komposisi materi dalam kelas itu adalah 20 persen edukasi soft skill, 30 persen materi e-sports, dan 50 persen praktik e-sports.

Pada setiap akhir bulan ekstrakurikuler e-sports, akan ada class meeting.

Evaluasi perkembangan siswa ekstrakurikuler e-sports ada setiap bulan.

“Piala Pelajar berlangsung setiap tahun,” tutur Frengky Ong.

Akademi

Dalam penjelasannya, Frengky Ong menambahkan bahwa PBEsI akan membuat Akademi E-sports untuk umum.

Akademi ini, kata Frengky adalah bentuk pengembangan individu dan persiapan skill atau kemampuan perseorangan demi merambah ke dunia e-sports profesional.

Pada bagian ini, Kepala Program Akademi E-sports Garudaku, Robertus Aditya Pratomo Putro mengatakan pelatihan pada akademi bukanlah kursus bermain gim.

“Kami mengupayakan bagaimana mengembangkan atlet dapat berkembang saat bermain e-sports,” kata Robertus.

Robertus menambahkan bahwa PBEsI membuat Akademi E-sports dengan mempertimbangkan data mayoritas pemain e-sports yang sebagian besar berada dalam usia produktif dan pelajar.

“Ada kebutuhan pembekalan sejak dini. Dari situ, kami berusaha melakukan pengembangan holistik,” ucap Robertus.

Robertus juga mengemukakan bahwa Akademi E-sports telah mendapatkan dukungan dari E-sports Indonesia (EsI) tingkat provinsi untuk pemerataan dan pembangunan insan e-sports di daerah.

“Ada 34 EsI yang sudah memberi dukungan,” pungkas Robertus Aditya Pratomo Putro. (Uli)

loading...