Dulu Sempat Diusir Tetangga, Wanita Cantik Ini Kini Sukses Jualan Basreng

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Kamis, 26 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Basreng alias baso goreng ternyata tidak hanya dimitani masyarakat Indonesia. Buktinya, produk camilan ini telah diekspor ke luar negeri dan laku keras.

Nadine Fatia adalah salah satu pengekspor basreng. Wanita asal Bandung, Jawa Barat, ini telah mengirim basreng ke berbagai negara, mulai Taiwan, Malaysia, China, dan Jepang. Dia mengirim basreng dengan merek Raja Ngemil.

Tak tanggung-tanggung, Nadine Fatia bisa menjual basreng hingga 1 ton perhari. Kini omzetnya perharinya sudah mencapai Rp100 juta. Padahal, modal awalnya Rp300 ribu.

” Waktu itu dengan modal sisa gaji aku cuma Rp300 ribu. Aku belanja ke pasar ternyata banyak yang suka dan akhirnya alhamdulillah bisa kayak gini,” ujar Nadine dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kawan Dapur yang dilansir dari Dream.co.id (24/05/2022).

Ia tidak menyangka usahanya itu meledak di pasaran. Kini dia menjual basreng-basreng tersebut secara online melalui beberapa platform media, seperti Instagram, Shopee, dan TikTok.

Namun tak mudah bagi Nadine merintis bisnis ini. Dia harus melalui jalan berliku. Saat memulai bisnis tersebut di rumah, dia bahkan sempat diusir oleh para tetangga yang mengeluhkan bau menyengat.

Harga basrengnya bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu. Kini ia sudah memiliki tempat sendiri dan tumbuh menjadi pengusaha sukses di usia 21 tahun.

” Omzet perhari kalau misalkan sekarang itu bisa nyampai Rp100 juta perhari,” ungkap Nadine.

Dia mengakui, dalam sehari bisa memproduksi basreng satu sampai dua ton. Semua dagangannya langsung habis di hari yang sama.

” Kita jarang banget nge-stock, biasanya produksi berapa ya udah langsung habis,” jelas Nadine.

Bisnis basreng yang ia jalani ini juga membantu memberikan penghasilan untuk warga sekitar. Sebab Nadine mempekerjakan mereka yang di PHK karena pandemi Covid-19.

” Kita ngebantu warga ya, jadi warga dapat penghasilan juga dari motongin. Iya warga sekitar,” tuturnya.

Setiap harinya, Nadine mampu menjual 2.000 paket basreng. Tak heran jika omzet yang diraup mencapai ratusan juta. Paket-paket tersebut dikirim ke seluruh pelosok negeri hingga luar negeri.

Menurut Nadine, yang memesan basreng dari luar negeri adalah orang Indonesia yang menjadi pekerja migram.

Nadine pun memberikan pesan pada anak muda yang ingin memulai bisnis seperti dirinya.

” Kalau nonton tentang motivasi, langsung ada aksinya. Langsung diterapkan aja mau apapun usaha kalian. Sekarang bisnis online itu mudah banget. Nggak perlu mikirin modal segala macem. Dengan modal kecil aja kita bisa sukses. Minim modal, minim resiko,” pesan Nadine. (Uli)

Berita Menarik Lainnya

loading...