Dukung Pengawasan, Relawan JAPRI Meluncurkan Aplikasi Pemantauan Pemilu

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 8 Maret 2019

Indolinear.com, Jakarta – Pemilu 2019 merupakan pesta demokrasi bagi kaum milenial. Data Pemilih Tetap yang masuk dalam kategori Milenial mencapai 50 juta pemilih.

Jumlah ini tentu menjadi fokus potensial para kandidat legislator maupun capres untuk menjaring simpati.

Komisioner Bawaslu, Mochamad Afifudin mengatakan saat ini terdapat 40 lembaga pemantau pemilu yang sudah terverifikasi di Bawaslu dan ikut berpartisipasi dalam pengawasan. Sampai saat ini terdapat 1.200 laporan yang masuk ke Bawaslu dan sedang ditindak lanjuti.

“Dari jumlah tersebut, hanya 400 laporan pelanggaran yg di kirim oleh relawan / masyarakat. Sisanya dari temuan petugas di lapangan. Artinya, partisipasi masyarakat terhadap pelaksanaan pengawasan pemilu terlihat masih sangat rendah” ujar mantan aktivis PMII ini kepada wartawan usai acara Diskusi Pemilih Cerdas, di Jakarta, dilansir dari Tribunnews.com (07/03/3/2019).

Koordinator Nasional JAPRI, Zaenal Lutfi mengatakan, partisipasi milenial sangat dibutuhkan untuk ikut berperan aktif sebagai subyek pengawasan dalam mengawal suksesnya pemilu 2019.

“Generasi milenial yang identik dengan aktivitas media sosial harus didorong dan diberikan wadah untuk memproduksi konten yang positif. Tidak saja terlibat dalam hiruk pikuk kampanye dukung mendukung tapi juga terlibat pengawasan” ujarnya

Fungsi pengawasan ini, lanjut Lutfi, cukup strategis sebagai bagian dari peran aktif generasi muda untuk ikut serta dalam pesta demokrasi. Obyektifitas kaum milenial memiliki karakteristik pemilih yang rasional, tidak bisa didikte dalam hal pilihan politik tentu menjadi dasar yang kuat untuk menjadi relawan JAPRI,” ujarnya Lutfi.

Di saat yang sama, Praktisi Hukum Unair,  Edward Dewaruci menilai, kehadiran Pemantau dan Riset Indonesia yang dikenal dengan JAPRI diharapkan dapat menjadi garda depan pengawasan yang lahir dari masyarakat

“Era Milenial ini harus di sikapi dengan hal yang positif, dan saya pikir, JAPRI memberikan inovasi luar biasa dalam konteks user generated content berbasis IT ” ujar Edward. (Uli)