Ducati Nilai Protes Terhadap Motor Dovizioso Mengandung Muatan Politis

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Kamis, 14 Maret 2019

Indolinear.com, Jakarta – Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti, menilai protes yang dilayangkan empat tim terkait kemenangan Andrea Dovizioso mengandung nuansa politis. Winglet di motor Desmosedici kini tengah memicu polemik pada ajang balap MotoGP.

Empat tim, yakni Honda, Suzuki, KTM, dan Aprilia, berniat untuk menggugat hasil balap di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (10/3/2019) malam waktu setempat, yang dimenangi Dovizioso.

Bukan hanya Dovizioso, keempat tim tersebut juga meminta pihak otoritas MotoGP untuk memeriksa winglet milik Danilo Petrucci dan Jack Miller dari tim Alma Pramac Racing.

Departemen Teknis MotoGP telah resmi menolak protes yang dilayangkan oleh keempat tim tersebut. Mereka mengonfirmasi bahwa winglet yang dipakai tim pabrikan Italia itu masih sesuai dengan regulasi.

Namun, Honda, KTM, Suzuki, dan Aprilia berencana untuk mengajukan banding atas hasil itu lantaran tetap bersikukuh jika Ducati telah melanggar peraturan. Menanggapi hal tersebut, Paolo Ciabatti pun menilai protes yang dilayangkan para tim rival berbau politis.

“Saya menilai jika masalah ini lebih mengarah pada politik daripada olahraga,” ucap Ciabatti yang dilansir dari Kompas.com (13/03/2019).

Paolo Ciabatti juga beranggapan ada beberapa pihak yang tidak suka dengan Ducati. Pihak-pihak itulah yang kini tengah mencoba membatasi ruang gerak skuad Borgo Panigale dalam hal inovasi.

Situasi seperti ini bukan pertama bagi Ducati. Pada akhir tahun 2015 dan 2016, para pesaing Ducati memprotes sayap aerodinamika yang dirintis mereka.

Protes itu lalu berujung pelarangan dari MotoGP. Atas keputusan itu, Ducati kemudian mengembangkan fairing aerodinamika yang agak kompleks guna mengimbangi hilangnya bagian sayap.

“Kami telah melihat bagaimana beberapa orang tidak senang dan mencoba membatasi inovasi yang dilakukan oleh Ducati,” ucap Ciabatti.

Ciabatti sangat yakin winglet yang dipakai oleh ketiga pebalapnya tidak melanggar regulasi dan bersifat legal.

“Kami sangat tenang dalam menyikapi keputusan yang akan diberikan kepada kami karena kami yakin telah mengikuti peraturan teknis yang berlaku,” ucap dia. (Uli)