Dua Tahun Berdiri, Diskominfo Tangsel Lakukan Inovasi

FOTO: Eksklusif Diskominfo Tangsel for indolinear.com

Indolinear.com, Tangsel – Pada tahun 2017 Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) resmi berpisah menjadi dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Yakni menjadi Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Sudah berdiri selama dua tahun, Diskominfo kini banyak melalukan inovasi dibidangnya. Hal ini tentu untuk mendukung Visi Misi Walikota Tangsel dan memenuhi target RPJMD hingga 2021.

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Forum Organisasi Perangkat Daerah di Remaja Kuring, Serpong, Tangsel pada Senin, 11 Maret 2019 yang dihadiri Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Menurut Plt Kepala Diskominfo Tangsel Fuad, Diskominfo bertugas untuk membantu Walikota dalam urusan pemerintahan bidang komunikasi, informatika, persandian dan bidang statistik.

“Strategi kami yang mendukung RPJMD Kota Tangsel yakni meningkatkan komunikasi dan mengembangkan informasi dan media massa juga mengoptimalkan pemanfaatan IT,” bebernya.

Sedangkan programnya adalah pengembangan data dan informasi, optimalisasi sistem persandian, pengembangan komunikasi sistem informasi dan media massa.

“Kami akan membangun layanan yang ramah dan menarik dengan pengembangan sistem informasi di semya layanan publik termasuk optimalisasi penggunaan teknologi informasi yang terintegrasi bagi seluruh pelayanan publik menuju Cyber City,” terangnya.

Diskominfo Tangsel memiliki program unggulan yaitu Sistem Aplikasi Pelaporan Masyarakat dan Penugasan (Siaran Tangsel), Sistem Informasi Surat Masuk daa Keluar (Sisumaker) dengan VOIP, Video Conference dan Sertifikat Digital Berbasis Android, dan Cmore Room.

“Kami juga memiliki media sosial untuk menginformasikan berita mengenai kinerja pemerintah selama ini, mulai dari youtube, instagram, twitter, facebook dan website,” lanjutnya.

Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan bahwa Forum Gabungan Perangkat Daerah merupakan wadah untuk menginformasikan dan memperoleh umpan balik dari para pemangku kepentingan terhadap rancangan Renja Perangkat Daerah dan rancangan RKPD Tahun 2020 serta usulan kegiatan dari tiap Kelurahan dan Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota Tangsel.

“Dengan demikian, diharapkan penyusunan perencanaan pembangunan di Kota Tangerang Selatan tahun 2020 merupakan hasil pemaduserasian perencanaan atas-bawah atau top-down dengan perencanaan bawah-atas atau bottom-up,” kata Airin.

Perencanaan pembangunan daerah sesungguhnya tidak hanya berorientasi pada kegiatan yang bersifat fisik seperti pembangunan / pemeliharaan jalan, namun juga kegiatan yang berorintasi pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan salah satu momentum yang penting dalam rangka Penyusunan RKPD Tahun Anggaran 2020 mendatang. Sejalan dengan hal tersebut, kita harus memiliki tanggung-jawab untuk meningkatkan akselerasi pembangunan dalam mendukung pencapaian visi pembangunan jangka menengah daerah di Kota Tangerang Selatan,” katanya.

Prioritas pembangunan tahun anggaran 2020 mendatang yaitu penguatan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat, pengembangan kualitas infrastruktur dan pengutan kualitas layanan pendidikan, serta kesehatan dan kesejahteraan sosial.

“Diharapkan peserta dapat menelaah keserasian antara usulan Kecamatan dan Perangkat Daerah dengan Prioritas pembangunan Tahun 2020. Fokus pada upaya pemecahan permasalahan pokok dan pencapaian target kinerja program dalam RPJMD. Dan memverifikasi usulan yang merupakan hasil Musrenbang kecamatan sebagai bahan masukan kedalam rencana kegiatan Perangkat Daerah terkait,” ungkapnya.

Jumlah anggaran dan sumber daya manusia yang masih terbatas merupakan hal utama yang menjadi kendala dalam menata penyelenggaraan pemerintahan di Kota Tangsel ini, sehingga anggaran pembangunan yang berasal dari APBD harus benar-benar di fokuskan pada pembiayaan program dan kegiatan yang bersifat prioritas dan strategis dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sudah dua tahun Kominfo terpisah dari Dishub, tentu harus memiliki kinerja yang lebih baik lagi. Walikota Airin melihat didalam komunikasi informatika sudah banyak progress.

“Inovasi banyak sudah dilakukan, bahkan sudah ditiru bukan hanya Kabupaten dan Kota se Indonesia, tetapi oleh kementrian juga ditiru. Namun ada satu yang masih kurang, yaitu penilaian dari Provinsi untuk PPID. Ini harus lebih fokus mengkomunikasikannya dengan dinas lain,” kata Airin.(ADV)

Informasi seputar kegiatan Pemerintah Kota Tangsel lainnya silakan klik: https://tangerangselatankota.go.id.