Dua Situ Di Bekasi Direvitalisasi Demi Jabodetabek Punjur

FOTO: medcom.id/indolinear.com
Senin, 29 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Dua situ di Kabupaten Bekasi segera direvitalisasi untuk mencegah banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabek punjur). Yakni Situ Cipalahar di Kecamatan Serang Baru dan Cibarusah, serta Situ Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Ini merupakan bagian dari penanganan banjir Jabodetabekpunjur yang terintegrasi hingga 2024,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir, Minggu, 28 Juni 2020, melansir dari Medcom.id (28/06/2020).

Dia mengungkap, revitalisasi Cipalahar dan Burangkeng dilakukan tahun ini. Revitalisasi dua situ itu menjadi kewenangan Kementerian PUPR melalui BBWS Ciliwung-Cisadane.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?Happy Inspire Confuse Sad

Chaidir mengatakan, ada 13 situ di Kabupaten Bekasi. Beberapa di antaranya masih berfungsi dengan baik sebagai penampung air. Namun ada pula yang berubah fungsi, sehingga daya tampung air berkurang dan saat curah hujan tinggi air meluap hingga menggenangi permukiman warga.

“Kemudian memang karena sebagian besar situ di Kabupaten Bekasi mulai kurang tampungan airnya, maka dilakukan upaya untuk mengembalikan kondisinya agar dapat menampung air yang banyaknya seperti semula,” ucapnya.

Dia menilai, menurunnya volume penampungan air lantaran sejumlah faktor. Di antaranya sedimentasi sehingga situ menjadi dangkal dan aktivitas sekitar situ yang membuat luas situ berkurang.

“Ada aktivitas di kanan kiri situ tersebut, misalkan ditanami oleh warga sekitar sehingga luas situ mengecil yang jadinya daya tampung air menurun. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Bekasi namun juga daerah lain di wilayah Jabodetabekpunjur,” ungkapnya.

Chaidir menyebut, menyusutnya luas dan fungsi situ juga dikarenakan tidak didukung oleh sistem pendataan yang benar. Termasuk sertifikat lahan di sekitar area situ.

“Kementerian, baik PUPR dan ATR, belum punya data yang valid tentang seritifikat tanah di sekitar situ. Namun informasinya sekarang bertahap akan disertifikatkan melalui BBWS,” terangnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: