Dua Siswi SMAIT Ummul Quro Bogor Menciptakan Hand Sanitizer Dari Keong Mas

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 29 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Dua siswi SMAIT Ummul Quro Bogor, Hanan Mardiyah Mulyana (Hanan) dan Shadrina Nur Isranti (Sasa) berhasil menciptakan inovasi baru hand sanitizer dengan bahan dasar keong mas.

Diketahui, hand sanitizer menjadi pilihan masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini.

Adapun merek hand sanitizer ini bernama Acha Spray, yang diaplikasikan dalam bentuk semprotan.

Dalam penelitian membuat hand sanitizer ini, kedua siswi itu memanfaatkan cangkang dan lendir dari keong mas (Achatina fulica).

Sang guru pembimbing, Sri Mulyani atau disapa Cici membeberkan alasan dipilihnya keong mas ini sebagai bahan hand sanitizer.

“Yang pertama karena hewan ini banyak kami temukan di sekitar sekolah, karena SMA IT Ummul Quro dekat area persawahan,” ucap Cici, dilansir dari Tribunnews.com (28/08/2021).

Meskipun termasuk hewan hama, di sisi lain cangkang keong mas ini punya zat yang bermanfaat.

Cangkang keong mas ini mengandung zat kitin sebesar 70-80 persen.

Nantinya, zat kitin tersebut dapat menghasilkan senyawa kitosan sebagai anti bakteri.

“Kitosan merupakan turunan dari zat kitin, maka dari itu cangkang bekicot dapat dimanfaatkan sebagai kitosan. ”

“Kitosan sendiri memiliki kemampuan sebagai antibakteri,” jelas Cici, dilansir dari Merdeka.com (28/08/2021).

Sementara, untuk lendir keong mas mengandung zat analgesik, peptida anti-mikroba dan allantoin.

Ketiga zat dalam lendir tersebut bermanfaat sebagai bahan pelembab.

Dari beberapa hasil uji penelitian yang dilakukan, campuran kitosan dan lendir termasuk kategori kuat dalam menghambat pertumbuhan bakteri.

“Produk spray gel ini efektif membunuh E.Coli dan S.Aureus dengan persentase 99 persen,” kata Cici.

Raih Medali Silver di Ajang Kompetisi

Berkat produk hand sanitizernya , Hanan dan Sasa berhasil meraih Silver Medal di ajang World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2021.

Ajang kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta bekerjasama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) secara virtual pada tanggal 17 – 21 Agustus 2021.

Peserta yang berkompetisi ada 377 tim dari 34 negara, seperti Amerika Serikat, Saudi Arabia, Malaysia, Thailand, Turki, Azerbaijan, Korea dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Diharapkan dengan adanya hand sanitizer ini dapat menambah manfaat keong mas, di samping sebagai hewan hama.

“Dengan memanfaatkan lendir dan cangkang keong mas, menambah nilai guna dari keong ini yang awalnya hanya hama,” tandas Cici. (Uli)