Dua Kereta Bertabrakan setelah Salah Satunya Berhenti Karena Menabrak Sapi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 23 Agustus 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Dua kereta api di Firozabad, negara bagian Uttar Pradesh, India, bertabrakan pada 20 Agustus 1995 dan menewaskan lebih dari 300 orang.

Dua kereta itu adalah Purushottam Express dan Kalindi Express.

Saat itu lebih dari 2.000 orang berada di kereta dan tertidur ketika Purushottam Express menabrak Kalindi Express.

Kalindi Express berhenti setelah menabrak seekor sapi di rel kereta.

Namun, kabar peristiwa tersebut tidak sampai ke pihak Purushottam Express.

Purushottam kemudian tetap melaju kecepatan penuh dan kemudia menabrak Kalindi.

Tiga gerbong Kalindi Express rusak parah, sedangkan mesin dan dua carriages Purushottam Express terlempar dari rel.

Tragedi kecelakaan ini menjadi kecelakaan kereta api terburuk di India setelah tahun 1981. Dilansir dari TRibunnews.com (21/08/2020).

Sekilas Kereta Api di India

Jalur kereta api di India sangat krusial bagi ekonomi negara itu.

Pada tahun 1995, ada ribuan kereta yang mengangkut lebih dari empat juta orang setiap hari.

Selain itu, kereta tersebut juga mengangkut ratusan ribu ton batu bara, biji-bijian makanan, dan baja.

Tarifnya juga murah, saat itu pergi ke dari Delhi ke Bombay dengan gerbong kelas dua ber-AC di salah satu kereta api tercepat di India hanya membutuhkan $45.

Jaraknya mencapai 600 mil dan membutuhkan 17 jam.

India juga memiliki jaringan rel kereta api terbesar di dunia.

Kereta-kereta itu bergantung pada rel lama dan piranti pengalih.

Pada tahun 1990-an, departemen rel kereta api telah menjalankan program modernisasi dan komputerisasi.

Namun, perkembangan program itu lambat.

Kecelakaan kereta juga terjadi tahun 1981 dan menewaskan lebih dari 200 orang setelah kereta itu terjun ke sungai.

Tragedi itu juga  dilaporkan terkait dengan seekor sapi.

Kronologi

Pada 20 Agustus 1995, sekitar pukul 02.00 waktu setempat, Kalindi Express menabrak sapi di rel dekat Firozabad, sekitar 185 mil dari tujuannya.

Tak ada satu pun dari 900 penumpang yang terluka, tetapi rem kereta rusak karena tabrakan itu dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Penerima sinyal lokal, Lai Sharman, gagal memberhentikan kereta selanjutnya, Purushottam Express, yang akan datang.

Purushottam mungkin hanya berjarak beberapa menit di belakang Kalindi Express.

Kereta itu mengangkut 1.300 penumpang yang sebagian besar tertidur.

Purushottam melaju dengan kecepatan penuh dan tanpa ada peringatan bahwa Kalindi berhenti depannnya.

Enam gerbong dari masing-masing kereta nyaris meledak karena tabrakan itu.

Mereka yang selamat mengatakan banyak tubuh dan bagian tubuh manusia yang terlempar ke semua tempat.

Paginya, crane peralatan berat dibawa agar bisa mencari korban di bawah puing-puing kereta.

Ada 358 orang yang tewas dan 400 lainnya terluka berat.

Di antara korban yang meninggal adalah 22 atlet yang baru kembali dari kamp pelatihan dan lusinan prajurit yang pergi dengan resimennya.

Mereka yang terluka dibawa ke rumah sakit di Firozabad dan kota terdekat, Tundla dan Agra.

Perdana Menteri P.V. Narasimha Rao mengungkapkan belasungkawanya.

Dia memeintahkan menteri senior pemerintah untuk mengawasi operasi penyelamatan.[3]

Kecelakaan itu mengganggu jadwal setidaknya 18 kereta api jarak jauh.

Lai Sharman menghilang dan tidak pernah ditemukan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: