Dua Bocah Di Texas Tinggal Bersama Mayat Nenek

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 2 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, AS – Dua kakak beradik berusia lima tahun dan tujuh tahun terpaksa tinggal bersama mayat neneknya selama lima hari.

Kedua bocah menghabiskan waktu berhari-hari dengan mengurus diri mereka sendiri.

Mereka  menyiapkan makanan, mencuci, berpakaian dan merawat diri mereka sendiri setelah neneknya meninggal dunia.

Mereka tinggal bersama mayat nenek mereka selama lima hari lantaran tidak dapat meminta bantuan, dilansir dari Tribunnews.com (01/10/2020).

Nenek tersebut, Connie Taylor (71), meninggal dunia di rumahnya di Talty, Texas, Amerika Serika.

Kedua cucunya, tidak dapat membuka kunci ponsel sang nenek untuk mencari bantuan karena mereka tidak tahu kata sandinya.

Lantaran tidak bisa meminta bantuan, kedua anak laki-laki tersebut pun menghabiskan hari-harinya bersama mayat sang nenek.

Mereka dilaporkan sempat memberi tahu tetangga  keduanya takut keluar.

Jadi tetap di dalam dan bertahan hidup dengan makan makanan yang bersisa di dapur.

Mayat nenek mereka baru ditemukan ketika seorang guru di sekolah anak laki-laki datang ke rumah setelah menyadari muridnya tidak menghadiri ke kelas online.

Sang guru, Kristen Zastoupil dari Forney Independent School District, sempat menyadari adanya kejanggalan.

Rasa khawatir semakin muncul karena nenek dari dua anak tersebut tidak kunjung mengangkat telepon.

Merasa ada yang tidak beres, gurunya langsung mendatangi rumah dari kedua anak tersebut.

Betapa terkejutnya ia, ketika menemui kedua anak laki-laki tersebut berada di samping  mayat neneknya.

“Aku tahu ada yang tidak beres. Aku terbiasa berkomunikasi dengan orang tua ini. Jadi, saat mereka tidak mendapat tanggapan, aku menyadari tahu ada yang salah,” ucap sang guru.

Menurut laporan, Taylor diyakini telah meninggal dunia karena komplikasi tetapi otopsi akan memastikan penyebab pasti kematian.

Hingga artikel ini dimuat, informasi tentang orang tua kandung dari kedua anak tersebut belum dirilis.

Polisi mengatakan kedua anak laki-laki tersebut dalam kondisi baik dan sehat meski trauma yang mereka alami.

Keduanya telah dirawat setelah kepergian neneknya, sebagian kerabat lain ada yang mencoba untuk mendapatkan hak asuh.

Seorang juru bicara sekolah mengatakan kepada Star-telegram, bahwa mereka mengapresiasi tindakan responsif sang guru.

“Kami sangat bersyukur bahwa guru kami membangun hubungan dengan keluarga untuk mengetahui ada yang tidak beres, dan untuk guru yang memeriksa keluarga tersebut.

Hati kami hancur dengan kabar keluaraga tersbeut, dan kami selalu mengirimkan dalam doa kami.” (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:
loading...