Driver Ojol Tetap Antar Pesanan Meski Ponsel Baru Dirampas

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Jumat, 15 Januari 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Aktivitasnya yang bergulat melintasi keramaian lalu lintas membuat para ojek online (Ojol) menjadi target kriminalitas di jalanan. Selain korban keisengan pelaku order fiktif, para Ojol juga harus mewaspadai aksi si panjang tangan yang bisa merampas telepon seluler mereka.

Pengalaman pahit inilah yang baru-baru ini terjadi pada seorang pengendara Ojol dari Malaysia. Pengemudi ojol bernama Muhammad Hilmi menjadi korban perampasan ponsel saat dalam perjalanan mengantarkan pesanan ke pelanggan.

Namun musibah itu membuktikan kelebihan Hilmi yang tetap melayani pesanan penyewa  ke tempat tujuan.

Dedikasi Hilmi ini membuatnya banyak mendapat dukungan dari warganet.

Diajarkan Untuk Selesaikan Pekerjaan

Usai dicuri, pengendara itu berusaha keras dan memohon kepada penjaga keamanan di daerah perumahan untuk menggunakan telepon mereka dan menghubungi pusat Grab agar dia bisa mengirimkan makanan pelanggannya.

Melansir dari Dream.co.id (13/01/2021), Hilmi mengungkapkan bahwa apa yang dia lakukan tidak terlepas dari ajaran orang tuanya untuk menuntaskn pekerjaan yang dia mulai.

” Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan saat ini, jadi saya memilih untuk menyelesaikan pekerjaan saya dan mengirim makanan tidak peduli seberapa sulitnya,” ujar Hilmi.

Diundang Makan Menteri

Kisahnya pun dibagikan pengguna Facebook bernama Heidy lmt. Lewat unggahannya, Hilmi beserta istri dipertemukan oleh Wakil Menteri Pengembangan Wirausaha Malaysia, YB Mas Ermieyati Samsudin, dan Amanda Choi, pelanggan yang melakukan pemesanan tepat sebelum ponsel Hilmi dicuri.

Dari pertemuan ini, bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada Hilmi sebagai pengendara yang tetap berkomitmen dalam pekerjaannya.

Diberikan Hadiah Ponsel Baru

Dari unggahan Heidy, Hilmi mendapatakan ponsel baru Oppo F11 pro yang diberikan oleh warganet, Gordon Yee, kontribusi dana dari YB Mas Ermieyati Samsudin, dan voucher makanan dari Sik Thong Ba, sebuah bar makanan penutup.

Sebelumnya, Hilmi pernah bekerja di industri pariwisata dan dia kehilangan pekerjaan tersebut lantaran pandemi Covid-19. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: