DPR RI Tingkatkan Hubungan Ekonomi Indonesia Dengan Swiss

FOTO: sindonews.com/indolinear.com
Sabtu, 30 November 2019

Indolinear.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menyatakan kunjungan delegasi Parlemen Indonesia ke Parlemen Swiss bertujuan untuk terus meningkatkan hubungan diplomatik kedua negara yang juga sesama Anggota IPU terutama kerja sama dalam bidang ekonomi, perdagangan dan pariwisata yang telah terjalin dengan sangat baik selama ini. Peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Swiss dalam perkembangan proses ratifikasi Indonesia dengan negara EFTA (Swiss, Norwegia, Liechtenstein, dan Islandia) telah ditandatangani pada tanggal 16 Desember 2018 lalu, dilansir dari Dpr.go.id (29/11/2019).

Selain itu, juga dibahas mengenai investasi Swiss di Indonesia dan perdagangan minyak kelapa sawit Indonesia. Pemaparan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR RI yang juga Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) itu saat memimpin delegasi DPR RI bertemu dengan Kepala Hubungan Internasional Parlemen Swiss Ambassador Claudio Fischer di Gedung Parlemen Swiss, Jenewa, Senin (25/11/2019). Pertemuan ini juga membahas berbagai isu, diantaranya tentang perindustrian, perdagangan, Koperasi UKM, BUMN, investasi dan standarisasi nasional termasuk pertanian.

Lebih lanjut, politisi Partai NasDem itu mengungkapkan, sejumlah hubungan ekonomi Indonesia dan Swiss telah dijalin pada tahun 2018. Perdagangan Indonesia-Swiss mencapai 1,54 miliar dollar AS, dengan ekspor Indonesia ke Swiss sebesar 669,9 juta dollar AS, impor sebesar 874,1 juta dollar AS, dan defisit sebesar 204,2 juta dollar AS. Adapun, ekspor utama Indonesia ke Swiss berupa articles of jewellery sebesar 525,9 juta dollar AS,; optical fibers and optical fiber bundles senilai 65,2 juta; gold sebanyak 22,7 juta dollar AS; essential oils 7,03 juta dollar AS; dan synthetic organic colouring matter sebesar 3,9 juta dollar AS.

Tak hanya itu, sambung Gobel, impor utama Indonesia dari Swiss yaitu gold senilai 203,7 juta dollar AS; turbo jets, turbo propellers and other sebesar 35,4 juta dollar AS; artificial corundum, aluminium oxide, dan aluminium hydroxide sebesar 33,7 juta dollar AS; provitamins and vitamins 26,5 juta dollar AS; dan printing ink 21,4 juta dollar AS. “Nilai investasi Swiss di Indonesia mencapai 135,44 juta dollar AS (188 proyek). Beberapa sektor potensial bagi investor Swiss di Indonesia, antara lain sektor keuangan dan perbankan, telekomunikasi, manufaktur, kimia dan farmasi, dan jasa logistik,” papar Gobel.

Pada kesempatan yang sama, Gobel juga menyampaikan perkembangan proses ratifikasi Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA). “Saat ini, sedang berlangsung tahap awal ratifikasi IE-CEPA dan telah dilakukan rapat dengan Komisi VI DPR tanggal 18 November 2019. Berdasarkan hasil rapat tersebut, Komisi VI sepakat pengesahann IE-CEPA dilakukan melalui Undang-Undang (UU). DPR RI akan melihat urgensi dari perjanjian kerja sama ekonomi tersebut dan mengkaji keterjaminan akses pasar produk-produk indonesia di kawasan EFTA pasca diberlakukannya perjanjian dagang itu,” pungkas Gobel. (Uli)

INDOLINEAR.TV