Dongeng Pendek Sebelum Tidur Dari Kongo Buaya Dan Ayam

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Rabu, 30 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Ayam merasa sangat kehausan. Seharian ia bekerja mencari makan. Tapi, ia lupa bahwa air di rumahnya sudah habis. Ayam lalu pergi ke sebuah sungai di dekat rumahnya. Saat hendak mengambil air, rupanya ada seekor buaya yang mengintainya. Ayam tak menyadari itu.

Hap! Buaya berhasil mencengkeram Ayam. Tentu saja Ayam sangat ketakutan.

“Akhirnya kena juga kau! Hahaha…,” seru Buaya. “Hari ini aku bisa makan dengan kenyang.”

Ayam terus meronta. Ia meminta Buaya untuk melepaskan cengkeramannya.”Tolong jangan makan aku, saudaraku.” serunya.

Buaya jadi bingung. Ayam menyebut dia sebagai saudaranya. Ah! Buaya tak mungkin memakan saudara sendiri. Buaya pun melepaskan ayam. Ayam segera mengambil air minum lalu pulang, sedangkan Buaya masih memikirkan perkataan Ayam.

“Kenapa ayam itu menyebutku sebagai saudaranya? Apakah benar ia adalah saudaraku?” gumam Buaya, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (29/12/2020).

Hari berikutnya, Ayam kembali lagi mengambil air di sungai. Ia tahu, Buaya tidak akan memakannya. Ia sudah memiliki jurus ampuh agar buaya tak memangsanya.

Di sungai itu, Buaya pun langsung menangkap Ayam kembali. Perutnya sudah sangat lapar. Ia berpikir, kali ini ayam tak dapat membohonginya lagi.

“Hei saudaraku, kau adalah buaya yang baik. Tak ada buaya yang memakan saudaranya sendiri,” seru Ayam.

Lagi-lagi buaya mengurungkan niatnya memakan Ayam. Benar yang Ayam katakan, buaya yang baik tak mungkin memakan saudaranya sendiri. Tapi Buaya tetap bingung. Ia berniat menemui raja hutan untuk menanyakan hal ini.

Tapi saat hendak pergi, Buaya bertemu dengan temannya.”Kau mau pergi ke mana temanku?” tanya salah satu buaya.

“Aku mau menemui raja hutan. Ada yang mau aku tanyakan kepadanya,” jawab Buaya.

Teman buaya menanyakan hal apa yang akan ditanyakan kepada raja hutan. Buaya lalu menjelaskan permasalahannya. Ia ingin tahu apakah benar ia dan ayam bersaudara.

“Raja hutan pasti bisa menjelaskan ini padaku,” ucap Buaya.

Namun teman buaya justru tertawa. Ia pun menasihati sahabatnya itu. “Kau jangan menemui raja hutan. Jika kau menemuinya, kau akan membuat malu dirimu sendiri. Ya, ayam sama seperti kita, berasal dari telur. Jadi, dia menganggap kita sebagai saudaranya. Nah, kau tertipu oleh Ayam,” balas sang teman.

Buaya sungguh geram dengan Ayam. Esok jika ia melihat Ayam ke sungai lagi, ia tidak akan melepaskannya.

Pesan moral dari Dongeng Pendek Sebelum Tidur : Buaya Dan Ayam (Kongo) adalah bertanyalah kepada orang yang lebih tahu. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: