Dongeng Pendek Anak Dari Filipina Monyet Yang Jahil

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Rabu, 23 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Ada seekor monyet yang nakal. Suatu hari, ia memanjat pohon yang berduri. Akibatnya, ekor monyet tertusuk duri pohon itu. Ia tak bisa mencabut duri itu sendiri.

Monyet pun pergi ke tukang cukur. Ia meminta tukang cukur untuk mengambil duri di ekornya.

“Tolong ambil duri ini dari ekorku, nanti aku bayar,” pinta Monyet, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (22/12/2020).

Tukang cukur lalu mengambil duri itu dari ekor monyet. Namun, bulu ekor monyet ikut terpotong sedikit. Monyet lalu menghardik si tukang cukur.

“Aku hanya minta kau mencabut duri di ekorku, bukan mencabut buluku! Sebagai gantinya, aku minta pisau cukurmu!” seru Monyet, sewot.

Tukang cukur tak punya pilihan lain. Ia menyerahkan pisau cukurnya kepada monyet. Monyet lalu berjalan pulang. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang nenek yang sedang mencari kayu bakar. Tersirat dalam pikiran Monyet untuk menjahili nenek itu.

“Nek, pakailah pisauku untuk menebang pohon itu. Pisau ini sangat tajam,”tawar Monyet.

Nenek menerima pisau Monyet. Ia lalu mengarahkan pisau itu ke sebuah pohon. Olala… pisau itu malah patah. Monyet sungguh marah mengetahuinya.

“Kau telah mematahkan pisau milikku! Sebagai gantinya, semua kayu bakar yang sudah kau peroleh akan aku bawa,” seru Monyet.

Nenek tak punya pilihan. Maka kemudian ia menyerahkan semua kayu bakarnya kepada Monyet. Monyet lalu menuju ke penjual kue. Penjual kue biasanya membutuhkan banyak kayu bakar. Benar saja, saat sampai di rumah penjual kue, Monyet menawarkan kayu bakarnya.

“Pakailah kayu bakar milikku ini agar kuenya cepat matang,” ujar Monyet.

Penjual kue tak merasa curiga. Ia mengambil kayu bakar itu, lalu membakar dan menghabiskannya untuk memasak kue. Lagi-lagi Monyet marah.

“Kau telah menghabiskan semua kayu bakar milikku. Kau harus menggantinya dengan seluruh kue yang kau buat.” seru Monyet.

Penjual kue sangat sedih. Tapi, ia tak memiliki pilihan lain. Maka ia pun memberikan semua kuenya kepada Monyet. Olala… sungguh senang hati Monyet. Ia mendapatkan banyak kue.

“Aku akan membawa pulang kue-kue ini. Akan kumakan kue-kue lezat ini sendirian,”ucap Monyet.

Monyet lalu pulang dengan membawa sekeranjang kue. Aroma kue yang sangat lezat membuat seekor anjing tergiur. Ia pun mengikuti aroma kue itu.

“Rupanya aroma lezat itu berasal dari keranjang milik Monyet,” celetuk Anjing. Dalam sebuah kesempatan, ia langsung merebut kue itu dari monyet. Monyet mencoba merebutnya kembali, tapi anjing malah mencakarnya. Anjing membawa kabur sekeranjang kue tersebut. Oh, sungguh sedih hati Monyet. Tapi itulah balasan untuk anak yang nakal.

Pesan moral dari dongeng sebelum tidur bergambar adalah Jadilah anak yang  baik. Anak nakal tidak akan disukai teman. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: