Dongeng Legenda Jaman Dulu Asal Mula Ikan Pesut

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Senin, 16 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Seorang ayah di Mahakam sedang bersedih. Istrinya meninggal dunia. Kedua anaknya menjadi tidak terurus. Tak lama, sang Ayah menikah dengan seorang gadis cantik. Awalnya, kehidupan mereka bahagia. Namun, lama-kelamaan sifat asli sang ibu tiri muncul.

“Pergilah kalian mencari kayu bakar. Jangan pulang sebelum kalian mendapat kayu tiga kali lipat dari biasanya,” kata ibu tirinya.

Mereka segera pergi ke hutan. Saat siang, keduanya kelaparan dan tergeletak di tanah.

“Kalian pergilah ke sana. Banyak buah-buahan yang bisa membuat lapar kalian hilang,” kata seorang kakek. Segera saja dua kakak beradik itu bergegas menuju ke tempat yang ditunjukkan sang kakek.

Setelah kenyang, kedua kakak beradik melanjutkan mencari kayu bakar. Jumlah kayu yang terkumpul sudah sesuai dengan keinginan ibu tirinya. Mereka segera membawa pulang kayu itu. Namun, orang tua mereka tidak ada. Tidak hanya itu, rumah itu bahkan sudah bersih dari harta dan perabotan.

“Kakek, apakah pernah melihat bapak dan ibu kami?” tanya mereka pada seorani kakek, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (15/08/2021).

“Kemarin aku berjumpa dengan dengan pasangan suami istri yang membawa harta banyak ke seberang sungai,” jawab kakek tersebut.

Kedua anak ini meminjam perahu kakek untuk menyeberangi sungai. Mereka menemukan gubuk reyot. Di dalamnya ada banyak benda bawaan orangtuanya. Di dapur ada periuk berisi bubur yang masih panas. Karena lapar, Si kakak segera memakan bubur itu dengan lahap. Si adik segera merebut periuk tersebut, kemudian memakan semuanya, termasuk periuknya.

Karena bubur itu panas, tubuh mereka juga menjadi panas. Mereka berlarian menuju sungai. Mereka memeluk pohon pisang untuk mendinginkan tubuh. Namun, pohon pisang itu malah layu.

“Tolong! Tolong!” teriak mereka berdua, lalu terjun ke sungai.

Seseorang melihat ada dua ikan yang memiliki kepala mirip manusia dan sesekali menyemburkan air Segera saja ia memanggil penduduk desa. Oleh penduduk sekitar, ikan itu kemudian diberi nama pasut atau pesut. (Uli)