Dongeng Fabel Terbaru Dari China Kucing Dan Tikus

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Selasa, 27 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Ribuan tahun lalu, Kaisar Jade dari Cina mengadakan lomba lari binatang. Sebagai hadiahnya, dua belas binatang yang mencapai garis finish (akhir) akan dijadikan lambang zodiak (bintang atau shio) dan namanya dijadikan nama tahun dalam kalender Cina.

Alkisah, kucing dan tikus adalah dua binatang yang suka telat bangun. Malam hari, sebelum lomba, mereka meminta lembu membangunkan mereka pagi-pagi agar tidak telat ikut lomba.

Keesokan paginya, lembu mencoba membangunkan kucing dan tikus, tapi tidak berhasil. Kucing dan tikus tetap tertidur pulas, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (26/07/2021).

Sementara itu, lomba hampir dimulai. Lembu yang setia kawan tidak mau meninggalkan kucing dan tikus yang masih tertidur. la pun mengangkat kucing dan tikus ke atas punggungnya dan mulai berlari.

Lembu berlari dengan kencang. Tidak butuh lama, Ia sudah memimpin di depan. Sementara, tikus baru terbangun di atas punggung lembu saat mereka akan melewati penghalang terakhir, yaitu sebuah sungai. Tikus yang licik tahu kalau ia tidak akan bisa mengalahkan kucing dalam lomba Iari.

la pun mendorong tubuh kucing dari punggung lembu. Saat Lembu berhasil melewati sungai, tikus melompat dan berlari duluan ke arah garis finish (akhir). Tikus pun menjadi juara pertama, lembu jadi juara kedua, dan harimau jadi juara ketiga.

Harimau menjadi juara ketiga karena kelicikannya. la menyeberang sungai dengan berlari menginjak badan binatang-binatang lain yang sedang berenang di sungai.

Singkat cerita, terpilihlah dua belas binatang yang kemudian dijadikan nama zodiak. Urutannya adalah tikus, lembu, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi.

Sementara kucing, tidak berhak menjadi nama zodiak karena tidak menjadi dua belas peserta yang pertama mencapai garis finish. Namun, ia cukup beruntung bisa mencapai garis finish setelah hampir tenggelam saat menyeberangi sungai.

Sejak itu sampai sekarang, kucing selalu rnengejar tikus. Para kucing selalu ingat kejadian memalukan itu. Mereka menyalahkan tikus sebagai penyebab dirinya tidak menjadi nama zodiak.

Pesan moral dari adalah jangan pernah berbuat curang ketika kamu ing in mencapai sesuatu. Tapi, dapatkanlah dengan basil kerja kerasmu sendiri. Orang yang berbuat curang sangat dibenci oleh Tuhan dan oleh orang lain (Uli)