Dongeng Fabel Dari Yunani Gagak Dan Sepotong Daging

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Jumat, 31 Januari 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pagi ini sangat cerah. Rubah sedang berjalan-jalan menikmati udara yang segar. Tiba-tiba ia mengendus bau yang sangat lezat. Rupanya itu adalah bau daging yang dibawa Gagak.

“Aku akan mengejar gagak itu. Tapi bagaimana cara merebut daging yang ia bawa?” gumam Rubah.

Gagak berada di salah satu ranting pohon. Ia berdiri dengan sombongnya. Rubah ingin naik ke pohon itu. Tapi jika Gagak tahu, pasti Gagak akan langsung terbang menghindarinya.

“Gagak kan burung yang sombong. Aku akan memujinya agar dia berbicara, sehingga kemudian daging di paruhnya terjatuh,” pikir Rubah, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (30/01/2020).

“Hai gagak yang cantik. Maukah kau menjadi temanku?” sapa Rubah.

Tapi gagak diam saja. Ia hanya melenggak-lenggokkan tubuhnya. Ia juga melebarkan sayapnya.

“Kau memiliki mata yang sangat indah dan bulu yang istimewa,” ucap Rubah.

Gagak menjadi semakin bangga. Ia memalingkan wajahnya dari Rubah. Gagak masih tak mau berbicara kepada Rubah.

“Kakimu juga sungguh indah. Aku sangat ingin melihat kaki indahmu dari dekat,” ujar Rubah.

Tetapi lagi-lagi Gagak tak memedulikannya. Gagak tetap berlenggak-lenggok di atas dahan pohon.

“Aku sudah memujinya, tetapi ia tetap tak mau bicara. Kali ini aku akan menghinanya,” pikir Rubah.

“Hei gagak yang sombong. Kau memang memiliki mata dan kaki yang indah. Kau pantas menjadi ratu burung. Tetapi sayang kau bisu dan tak bisa bicara,” seru Rubah.

Mendengar hal itu, Gagak langsung marah. Ia langsung bersuara keras.

“Kaaak! Kaaak!” seru Gagak.

Daging yang berada di paruh Gagak otomatis jatuh. Dan… hap! Rubah dengan sigap menangkap daging itu.

“Terima kasih Gagak, kau telah memberikan daging yang lezat ini untukku,” ujar Rubah.

Rubah segera berlari meninggalkan Gagak. Gagak mencoba mengejarnya, tetapi tak berhasil. Gagak menyesal telah terpengaruh ucapan Rubah hingga ia menjatuhkan daging itu untuk Rubah.

“Ah, ini karena kebodohanku,” sesal Gagak.

Gagak lalu pulang tanpa membawa sedikit pun daging. Ia menyesal karena sering berlaku sombong selama ini.

Pesan moral Dongeng Fabel : Gagak Dan Sepotong Daging dari adalah jangan dengarkan orang yang berkata buruk tentang kita. Tetaplah menjadi anak yang baik. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: