Dongeng Dari Australia Kisah Anak Jujur Dan Apel Merah

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Sabtu, 11 September 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kitty adalah anak gadis yang miskin. Ayahnya sudah lama meninggal. Kini, dia tinggal berdua dengan ibunya yang sakit-sakitan.

Ketika berangkat sekolah, Kitty berjalan melewati toko buah. Di sana, dia melihat setumpuk apel merah.

“Oh, segarnya apel-apel itu! Seandainya aku bisa membelinya untuk ibu, pasti ibu akan sangat senang,” pikir Kitty sedih.

Kitty berharap memiliki uang agar bisa membeli apel itu.

Ketika pulang sekolah, Kitty menemukan sebuah dompet di jalan. Dompet itu berisi banyak uang.

“Uangnya banyak sekali. Bagaimana kalau aku mengambilnya sedikit untuk membeli apel?” pikir Kitty.

Tapi, dia mengurungkan niatnya. “Itu namanya mencuri. Ibu pasti sangat sedih kalau tahu anaknya mencuri,” kata Kitty.

Kitty lalu melihat ke sekelilingnya. Tidak jauh darinya, ada seorang bapak sedang berjalan kaki. Kitty pun berlari menghampiri bapak itu.

“Permisi, Bapak menjatuhkan dompet ini di jalan,” kata Kitty, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (10/09/2021).

Bapak itu sangat berterima kasih pada Kitty. Ketika Kitty hendak pergi, bapak itu memanggilnya.

“Tunggu, Nak. Ambillah ini sebagai hadiah. Aku senang ada anak jujur sepertimu,” katanya sambil menyerahkan uang pada Kitty.

Kitty pun sangat senang. Setelah mengucapkan terima kasih, Kitty pergi ke toko buah. Di sana, dia sibuk memilih apel yang paling besar.

Penjaga toko itu merasa kasihan melihat Kitty yang lusuh.

“Kau ingin apel ini, Nak? Ambillah, kau tidak usah membayarnya,” kata penjaga toko.

“Wah, benarkah? Terima kasih banyak,” kata Kitty senang.

Kitty lalu bergegas pulang. Sesampainya di rumah, dia memberikan apel dan uang itu pada ibunya. Kitty pun menceritakan apa yang terjadi.

Ibunya memeluk Kitty dengan bangga sambil berkata, “Kau lihat kan, Nak? Kejujuran selalu berbuah manis. Seperti apel ini.”

Kepribadian yang dapat dipetik dari Dongeng Sebelum Tidur Australia adalah Jujur. Jadilah anak yang jujur. Kita tidak boleh mengambil apa yang bukan milik kita. (Uli)