Dongeng Cerpen Bahasa Indonesia Permusuhan Antara Singa Dan Elang

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Rabu, 8 Januari 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Di sebuah padang rumput, ada seekor singa sedang menyantap makanan.

Tiba-tiba seekor burung Elang terbang rendah dan menyambar makanan kepunyaan singa.

Sang raja hutan, singa, sangat marah sehingga memerintahkan seluruh binatang untuk berkumpul dan menyatakan perang kepada bangsa burung.

“Mulai sekarang segala jenis burung adalah musuh kita, usir mereka semua dan jangan ada yang disisakan,” kata singa, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (07/01/2020).

Semua binatang menyetujui apa kata sang raja karena mereka merasa telah diperlakukan dengan buruk juga oleh bangsa burung.

Ketika hari telah malam, bangsa burung kembali ke sarangnya.

Kesempatan itu digunakan oleh para singa untuk menyerang bangsa burung dan burung-burung pun kalah.

Melihat bangsa burung kalah, kelelawar merasa cemas. Ia pun bergegas menemui singa, sang raja hutan.

“Hai raja aku adalah bangsa tikus,walaupun aku memiliki sayap. Maka izinkan aku untuk bergabung dengan kelompokmu,” pinta kelelawar.

Singa pun menyetujui kelelawar untuk masuk dalam kelompoknya.

Keesokan harinya, menjelang pagi, ketika kelompok singa sedang tidur, kelompok burung menyerang balik mereka.

Para binatang dari kelompok singa pun kocar-kacir melarikan diri.

Si kelelawar merasa cemas dengan hal tersebut. Ia pun berpikir untuk kembali bergabung dengan kelompok burung.

“Lihatlah sayapku, aku ini seekor burung seperti kalian,” kata kelelawar.

Elang pun menerima kelelawar dengan senang hati.

Beberapa saat kemudian, pertempuran berlangsung kembali, Kali ini pertempuran dimenangkan oleh kelompok singa.

Kelelawar pun kembali meminta bergabung kepada kelompok singa. Ya, ia bolak-balik berpihak kepada kelompok yang menang.

Lama-kelamaan hal ini pun diketahui oleh kedua kelompok, baik singa maupun burung.

Kelompok singa dan burung akhirnya sadar bahwa tak ada gunanya saling bermusuhan.

Mereka pun bersahabat kembali dan memutuskan untuk mengusir kelelawar dari lingkungan mereka.

Kelelawar merasa sangat malu sehingga ia bersembunyi di gua-gua yang gelap.

Ia baru menampakkan diri bila malam tiba dengan cara sembunyi-sembunyi.

Pesan moral dari Dongeng Cerpen Bahasa Indonesia adalah jadilah orang yang memiliki pendirian tetap bagaimanapun keadaannya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: