Dongeng Cerita Fabel Berjudul Katak Bersuara Saat Hujan

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Kamis, 7 Mei 2020

Indolinear.com, Jakarta – Suatu hari, tinggal seekor Induk Katak dan anaknya di sebuah kolam. Katak kecil sangat nakal. Ia tidak pernah patuh kepada ibunya. Setiap kali ibunya menyuruh sesuatu, ia selalu melakukan sebaliknya. Jika ibunya menyuruhnya pergi ke bukit, ia justru pergi ke pantai.

Katak kecil pun memiliki kebiasaan suka membalikan kata-kata yang di ajarkan oleh ibunya.

‘’ Anakku, kau harus seperti Katak yang lainnya. Suara mu tidak sama dengan mereka. Sekarang, tirukan suara Katak yang benar. ‘’ Keberw’’. Perintah ibunya

‘’ Wrebek.’’ Kata Katak kecil membalikkan kata-katanya, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (06/05/2020).

‘’ Anakku, Keberw. Bukan Wrebek! Mengapa kau tidak bisa patuh kepada ibu, Nak?’’ teriak ibunya.

‘’ Wrebek.. Wrebek.’’ Seru Katak kecil sambil berlari meninggalkan ibunya.

Hari terus saja berganti. Suatu hari, sang ibu sakit keras.

‘’ Anakku, jika suatu hari aku meninggal. Jangan kuburkan aku di atas bukit! Tapi kuburkanlah aku di pinggir sungai.’’ Kata ibu Katak menangis.

Sebenarnya, ibu Katak ingin di kuburkan di atas bukit. Namun, ia sengaja meminta sebaliknya. Karena begitulah kebiasaan anaknya yang suka membalikkan kata-kata.

Tidak lama kemudian, ibu Katak pun meninggal. Katak kecil merasa sangat sedih karena harus tinggal sebatangkara. Ia terus saja menangis.

‘’ Ibuku yang sangat malang. Ia meninggal karena menghadapi sikapku.’’ Berkata dalam hati.

Ia pun merasa sangat bersalah.

‘’ Aku selalu melakukan hal yang sebaliknya. Aku tidak pernah mematuhi perintah ibuku. Tapi kali ini, aku akan mematuhi apa yang di minta ibuku.’’ Ia berkata dalam hati dan menangis.

Akhirnya, ia langsung membawa ibunya dan menguburkannya di pinggir sungai. Meskipun ia tahu bahwa tubuh ibunya bisa hanyut jika air sungai meluap. Namun, ia tetap memenuhi keinginan ibunya untuk di kuburkan di pinggir sungai. Setelah selesai menguburkan ibunya, ia pun kembali ke rumah dengan sangat sedih.

Seminggu kemudian, hujan turun sangat deras. Katak kecil sangat khawatir tubuh ibunya akan terbawa air sungai yang meluap. Akhirnya, ia pun pergi ke sungai untuk memastikan bahwa ibunya tidak terbawa hanyut oleh luapan air. Walau kehujanan, ia terus menunggui kuburan ibunya dan mengeluarkan suara, ‘’ Wrebek.. Wrebek’’.

Dari situlah mengapa sehingga saat ini, Katak hijau berbunyi. ‘’ Wrebek.. Wrebek..’’ pada saat turun hujan

Pesan moral dari Cerita Fabel Terbaru : Dongeng Katak adalah ikuti dan hormati pesan dan perintah dari orang tuamu. Orang tua pasti mengajarkan yang terbaik untuk kita. Hormatilah dia, karena dia yang melindungi dan menyayangi kita ketika kita masih kecil. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya