Dongeng Cerita Anak Yang Berjudul Si Penyumpit

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Senin, 28 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Penyumpit adalah seorang pemuda yang pandai menyumpit hewan buruan dan mahir meramu obat-obatan. Penduduk desa sangat menyukainya. Hanya satu orang yang tidak suka padanya, yaitu Pak Raje. Sebab, ayah si Penyumpit pernah berutang pada Pak Raje.

Suatu hari, Pak Raje menemui si Penyumpit. “Hai Penyumpit, untuk melunasi utang ayahmu yang sudah tiada, kau harus menjaga sawahku dari serbuan babi hutan.”

Malamnya, Penyumpit memulai tugasnya. Tak lama kemudian, muncul beberapa babi hutan. Ia menyumpit babi hutan tersebut dan berhasil mengenai beberapa. Rombongan babi hutan itu pun melarikan diri. Penyumpit segera mendekat ke arah rombongan babi hutan tersebut. Ia mengikuti jejak darah yang tercecer dan akhirnya tiba di sebuah rumah kecil di hutan.

Dari jendela, Penyumpit melihat beberapa wanita cantik. Ia heran karena melihat mata sumpitnya ada di perut salah satu wanita. Ia pun mengetuk pintu rumah tersebut karena penasaran.

“Kami siluman babi hutan. Kami menjadi babi hutan untuk mencari makan,” terang salah satu wanita itu setelah membukakan pintu.

“Maafkan aku. Aku akan melepaskan anak sumpit itu dan mengobati lukanya.” Penyumpit segera mengobati luka wanita tersebut, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (27/06/2021).

“Sebagai wujud terima kasihku, terimalah ini,” kata salah satu dari wanita itu sambil mengeluarkan empat bungkusan kecil. “Bungkusan ini berisi kunyit, buah nyatoh, daun simpur, dan buah jering. Anggaplah ini sebagai tanda persahabatan dari kami.”

Hari sudah menjelang pagi ketika si Penyumpit sampai di rumah. Dengan hati-hati, ia membuka bungkusan tadi. Ternyata isinya adalah emas. Penyumpit sangat gembira. “Dengan ini, aku mampu melunasi utang ayahku.”

Kemudian, Penyumpit menjual semua perhiasan itu dan melunasi hutang ayahnya ke Pak Raje. Ia juga menceritakan pengalamannya pada Pak Raje.

Malam harinya, Pak Raje berniat mengulang peristiwa Penyumpit. Ia melakukan sama persis seperti yang dilakukan Penyumpit. Hingga akhirnya ia tiba di rumah para siluman babi hutan. Ia pura-pura hendak menolong wanita itu. Namun, Pak Raje tidak tahu cara meramu obat. Para wanita itu pun marah. Mereka menyerang Pak Raje membabi buta. Pak Raje pun pulang dengan keadaan penuh luka. Putrinya sangat terkejut melihat keadaan ayahnya. Ia lalu meminta bantuan Penyumpit untuk mengobati Pak Raje.

Penyumpit kemudian mengobati Pak Raje dengan ramuannya. Perlahan, luka Pak Raje mulai sembuh. Pak Raje merasa malu karena telah ditolong oleh Penyumpit.

Pak Raje kemudian meminta maaf kepada Penyumpit. Sebagai permintaan maaf, ia menikahkan Penyumpit dengan putrinya. Sejak itu pula, Pak Raje mengubah sikapnya. Ia tidak lagi kikir. (Uli)

loading...