Dongeng Cerita Anak Dari Jerman Bejudul Tukang Sepatu Dan Liliput

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Kamis, 27 Februari 2020

Indolinear.com, Jakarta – Dahulu kala, di sebuah kota di Jerman, ada sepasang kakek dan nenek yang baik hati. Kakek itu bekerja sebagai pembuat sepatu dan nenek yang menjualnya ke pasar.

Uang hasil penjualan sepatu selalu dibelikan makanan yang banyak untuk dibagikan kepada orang-orang jompo yang miskin dan anak yatim piatu. Karenanya, uang mereka selalu habis.

Suatu hari, mereka hanya bisa membuat satu buah sepatu berwarana dengan bahan sepatu yang tersisa. Ia berkata kepada nenek, “Kalau sepatu ini terjual, kita bisa membeli makanan untuk hari raya nanti.”

Tak lama setelah itu, lewat seorang gadis kecil yang tidak bersepatu di depan rumah mereka. “Kasihan sekali gadis itu. Dalam cuaca dingin seperti ini, ia tidak bersepatu,” kata nenek.

Akhirnya mereka memberikan sepatu berwarna merah tersebut kepada gadis kecil itu. Kini, mereka tidak punya sepatu untuk dijual. Itu berarti mereka juga tidak akan punya uang untuk merayakan hari raya.

“Apa boleh buat, Tuhan pasti akan menolong kita jika kita bersabar ya, Nek,” kata kakek berusaha menghibur, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (26/02/2020).

Malam pun tiba, kakek dan nenek tidur nyenyak. Saat itu, dari hutan muncul makhluk-makhluk kecil (liliput) mengangkut kulit sepatu ke rumah kakek, kemudian membuatnya menjadi sepasang sepatu yang sangat bagus. Selesai membuat sepatu, mereka kembali ke hutan.

Keesokan paginya, kakek sangat terkejut menemukan sepasang sepatu yang sangat bagus di atas meja. Saat nenek membawanya ke pasar, sepatu itu langsung terjual dengan harga sangat mahal.

Dengan basil penjualan sepatu itu, kakek dan nenek bisa menyiapkan makanan serta banyak hadiah untuk dibagikan kepada anak-anak kecil pada hari raya.

“Ini semua rahmat dari Yang Mahakuasa,” seru si kakek.

Malam berikutnya, terdengar suara-suara di ruang kerja kakek. Kakek dan nenek pun mengintip. Mereka melihat para liliput yang tidak mengenakan mantel sedang membuat sepatu.

“Wow. Ternyata yang membuatkan sepatu untuk kita adalah para liliput itu,” pekik sikakek.

“Mereka pasti kedinginan karena tidak mengenakan mantel. Aku akan membuatkan mereka mantel sebagai tanda terima kasih,” lanjut si nenek.

Keesokan harinya, nenek memotong kain dan membuatkan mantel untuk para liliput itu. Sedangkan, kakek membuatkan sepatu-sepatu mungil untuk para liliput.

Setelah selesai, mereka menjajarkan sepatu dan mantel para liliput di ruang kerja. Mereka juga menyiapkan makanan dan kue yang lezat di atas meja.

Saat tengah malam, para liliput berdatangan. Betapa terkejutnya mereka melihat begitu banyak makanan dan hadiah.

Mereka segera mengenakan mantel dan sepatu yang sengaja telah disiapkan kakek dan nenek. Setelah itu, mereka menyantap makanan dan menari-nari dengan riang gembira.

Hari-hari berikutnya, para liliput tidak pernah datang kembali. Tetapi sejak saat itu, sepatu-sepatu yang dibuat kakek selalu laris terjual sehingga mereka selalu mampu memberikan makanan kepada orang-orang miskin dan anak yatim piatu.

Pesan moral dari Dongeng Cerita Anak dari Jerman adalah jadilah anak yang suka menolong. Jika kamu menolong orang lain, maka kamu akan ditolong saat mengalami kesusahan. (Uli)

INDOLINEAR.TV