Dongeng Anak Pendek Dari Yunani Menyatunya Tujuh Saudara

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Rabu, 6 Mei 2020

Indolinear.com, Jakarta – Alkisah, di sebuah desa terdapat keluarga petani.

Petani itu memiliki tujuh anak laki-laki. Di rumah petani itu, suasana tak pernah bisa tenang.

Ketujuh anak laki-laki itu selalu bertengkar meributkan apa saja.

Petani tak tahu harus berbuat apa agar ketujuh anaknya mau rukun. Suatu hari, seorang kakek melintas di depan rumah si petani.

Kakek itu membawa seikat kayu bakar.

Ketika melintas tepat di depan rumah si petani, ikatan kayu bakar kakek itu terlepas.

Semua kayu bakar itu pun jatuh berantakan.

Melihat itu, petani mempunyai ide. Ia yakin, ide itu bisa membuat anak-anaknya bersatu.

Bergegas, petani mencari ranting kayu.

Ia sengaja mengambil tujuh ranting, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (05/05/2020)

Selanjutnya, petani mengumpulkan anak-anaknya di belakang rumah.

“Anak-anakku, kemarilah. Ada yang ingin aku perlihatkan kepada kalian,” panggil petani kepada anak-anaknya. Ketujuh anaknya pun mendekat.

“Bapak punya tujuh ranting yang sudah diikat menjadi satu,” kata petani sambil menunjukkan ranting itu.

Kemudian, ia memberikan ikatan ranting itu ke anak pertamanya.

“Coba kau patahkan,” pinta petani.

Anak pertamanya mencoba mematahkan, tapi gagal. Begitu pula anak kedua sampai ketujuh. Mereka semua gagal mematahkan.

Ketujuh anak petani bingung dengan maksud bapak mereka.

Lalu, petani melepaskan ikatan ranting tersebut. Ia memberikan masing-masing anaknya satu ranting.

“Coba kalian patahkan ranting di tangan kalian,” pinta petani.

Kreek!

Dengan mudah, ketujuh anak itu berhasil mematahkan ranting di tangan mereka. Tapi, mereka masih bingung.

“Anak-anakku, lihatlah! Jika ranting itu disatukan, maka akan sulit dipatahkan. Tapi jika dipisahkan, akan sangat mudah dipatahkan. Sama seperti kalian. Jika kalian bertengkar setiap hart, maka kalian akan mudah dikalahkan. Tapi jika kalian bersatu, apa yang akan terjadi?” tanya petani kepada anak-anaknya.

“Kita tidak akan terkalahkan!” jawab ketujuh anak itu serempak.

“Pintar.” ucap si petani sambil mengacungkan jempolnya.

Ketujuh anak petani merasa malu.

Apa yang dikatakan bapak mereka memang benar.

Mereka pun berjanji akan saling mengasihi dan saling membantu.

Pesan moral dari Dongeng Anak Pendek Penuh Hikmah ini adalah rukunlah dengan saudara dan temanmu. Itu akan membuat kalian tidak mudah dikalahkan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya