Dongeng Anak Indonesia Yang Berjudul Kisah La Kuttu-kuttu

FOTO: asaldansejarah45com/indolinear.com
Rabu, 17 Maret 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – La Kuttu-kuttu Paddaga adalah nama seorang pemuda yang gagah dan tampan. Ia juga ahli bermain sepak raga. Setiap hari ia bermain sepak raga bersama teman-temannya. Suatu hari, ia diajak teman-temannya bermain sepak raga melawan para pemuda desa tetangga. Kebetulan lapangan yang digunakan di dekat rumah seorang gadis penenun.

Setelah bermain, La Kuttu-kuttu Paddaga merasa haus. Ia pun menuju rumah gadis penenun untuk meminta air minum.

“Maaf, ambil sendiri saja di dapur. Sebab benang alat tenun ini baru saja dipasang,” jawab sang Gadis.

Setelah mendapat izin, La Kuttu-kuttu Paddaga ke dapur. Waktu kembali, ia bertanya, “Sarung siapa yang engkau tenun?”

“Sarung kita,” jawab si Gadis, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (16/03/2021)

“Oh, begitu. Ya sudah, terima kasih sudah memberi saya minum,” kata La Kuttukuttu Paddaga berpamitan.

Sambil berlalu, ia selalu mengingat kata-kata terakhir sang Gadis yang menyatakan “Sarung kita”. Dari hal itulah timbul niatnya untuk menikahi sang Gadis. Namun, ia tidak mempunyai uang untuk melamar. Ia pun bekerja untuk mencari uang.

Suatu hari, orang tua si Gadis menikahkan si Gadis dengan seorang pemuda kaya. Walaupun tidak suka, tapi si Gadis tidak bisa menolak keinginan orang tuanya.

Singkat cerita, perkawinan antara si Pemuda kaya dengan si Gadis dilaksanakan. Namun sebenarnya, si Pemuda kaya juga tidak suka dengan si Gadis. Hingga suatu malam, si Pemuda pengutarakan isi hatinya kepada si Gadis. Karena si Gadis juga tidak suka, maka mereka memilih untuk bercerai, setelah menghubungi orang tua masing-masing.

Beberapa waktu kemudian, La Kuttu-kuttu Paddaga mendengar kabar jika si Gadis telah bercerai. Ia berkunjung ke rumah si Gadis. Ia menyatakan keinginannya untuk menikahi si Gadis. Oleh si Gadis, ia diberi waktu 3 bulan untuk mempersiapkan segalanya.

La Kuttu-kuttu Paddaga segera bekerja keras untuk mencari uang. dalam 3 bulan, akhirnya ia bisa meraih sejumlah uang untuk biaya pernikahannya. Setelahnya, ia menghadap ke orang tua si Gadis untuk melamar. Lamarannya diterima. Ia sangat gembira, begitu juga si Gadis. Singkat cerita, mereka berdua menikah dan hidup dengan bahagia. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: