Dongeng Anak Indonesia Dari Bali Berjudul Gede Gusti Pasekan

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Minggu, 14 Juni 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Dahulu kala hidup seorang raja dengan banyak istri di Kerajaan Klungkung bernama Sri Sagening. Istri terakhirnya Ni Luh Pasek sedang mengandung, tetapi ia malah menceraikan dan menikahkannya dengan Kyai Jelantik Bogol. Rasa kecewa dirasa sangat besar dalam diri Ni Luh Pasek. Akan tetapi, akhirnya ia bisa menerima kenyataan karena suami barunya sangat sayang dan mencintainya.

Tidak berapa lama, Ni Luh Pasek melahirkan bayi lelaki yang diberi nama I Gusti Gede Pasekan. I Gusti Gede Pasekan tumbuh menjadi anak sehat, kuat, cerdas, dan halus budi pekertinya. Ketika dewasa jiwa kepemimpinannya tampak kentara. Seluruh penduduk di kampungnya sangat menghormati dan mencintainya. Ayah tirinya pun sayang kepadanya seperti kepada anak kandung sendiri. Akan tetapi, ia dan ibunya harus meninggalkan kampungnya. Ayah tirinya mendapat petunjuk dalam mimpinya untuk memerintahkan I Gusti Gede Pasekan dan ibunya pergi ke Den Bukit di daerah Panji, sebuah desa tempat kelahiran ibunya.

I Gusti Gede Pasekan dan ibunya berangkat dikawal 40 pengawal yang dipimpin Ki Dumpiung dan Ki Kadosot. Juga diberi dua pusaka Kyai Jelantik Bogol, yaitu tombak Ki Tunjung Tutur dan keris Ki Baru Semang. Di tengah perjalanan, ada mahkluk gaib yang mendatangi I Gusti Gede Pasekan, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (13/06/2020).

Mahkluk gaib tersebut mengabarkan kalau I Gusti Gede Pasekan akan menjadi penguasa di beberapa wilayah. Kejadian yang dialaminya seperti mimpi dan diceritakan kepada ibunya. Ibunya berfirasat kalau cerita anaknya akan menjadi kenyataan. Kemudian rombongan tiba di daerah Panji dengan selamat setelah menempuh berhari-hari perjalanan dan diputuskan menetap di sana.

Suatu hari ada perahu besar dari Bugis terdampar di pantai Panimbangan. Sudah beberapa orang berusaha membantu, tetapi tidak berhasil juga. Nahkoda kapal kemudian meminta bantuan I Gusti Gede Pasekan sesuai petunjuk kepala kampung. Ia menawarkan setengah isi kapalnya sebagai imbalan. I Gusti Gede Pasekan setuju dan mulai mengerahkan kekuatan dengan dua tombak ajaibnya, Ki Tunjung Tutur dan keris Ki Baru Semang. Dari kedua tombak keluar mahkluk gaib yang hanya dilihat olehnya sendiri. Kapal dapat kembali melaut atas bantuan makhluk gaib tersebut dan nahkoda memenuhi janjinya. I Gusti Gede Pasekan menjadi terkenal setelah kejadian tersebut. Kemudian orang-orang memberinya gelar I Gusti Panji Sakti.

Gusti Panji Sakti menjadi kaya raya dan sangat disegani di kampung Panji. Dengan bakat kepemimpinan, kecerdasan, dan kekayaan yang dimilikinya, ia kemudian mendirikan satu kerajaan baru di Den Bukit Panji. Orang-orang di Den Bukit serta merta mengabdi menjadi rakyat kerajaannya. Bahkan rakyat dari daerah luar pun berbondong-bondong menjadi rakyatnya.

Kewibawaan, kebijaksanaan, serta jiwa kepemimpinan yang dimiliki I Gusti Panji Sakti membawa keberkahan baginya dan seluruh rakyatnya. Satu per satu kerajaan-kerajaan kecil di sekitarnya bergabung dan menyatakan kesetiaannya untuk mengabdi pada I Gusti Panji Sakti. Wilayah kerajaan menjadi luas dan rakyat pun menjadi besar jumlahnya. Ibukota kerajaan yang diberi nama Sukasada menjadi daerah yang terlalu padat.

Setiap hari selalu saja menjadi tempat tujuan rakyatnya untuk berbagai kepentingan. Melihat itu, kemudian I Gusti Panji Sakti memindahkan ibukota kerajaan ke sebelah utara Sukasada. Pusat pemerintahan baru tersebut diberi nama Buleleng. Selanjutnya kerajaannya terkenal dengan nama Kerajaan Singaraja.

Pesan moral dongeng anak indonesia dari Bali : Gede Gusti Pasekan dari adalah kita harus patuh dan berbakti kepada orangtua seperti I Gusti Gede Pasekan.  Kita juga harus selalu berusaha keras dan bertekad untuk mewujudkan ota-cita. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: