Dongeng Anak Dunia Dari Cina Sedekah Dan Hinaan

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Senin, 9 November 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Dahulu kala, salah satu desa mengalami kemarau. Hal itu membuat rakyat kelaparan. Banyak di antara mereka yang mati karena kelaparan.

Kemudian ada orang kaya yang singgah di desa tersebut. la menaruh banyak makanan di tepi jalan agar orang yang melihatnya bisa Iangsung makan.

Rakyat yang kelaparan sangat senang melihat hal itu. Mereka pun makan dengan lahap. Mereka mengucapkan terima kasih dan berdoa untuk dermawan itu.

Namun, tak semua orang di desa itu mendapatkan makanan. Masih ada beberapa orang yang menderita kelaparan. Mereka yang kelaparan terus saja berjalan menyusuri perkampungan, berharap ada yang memberinya makan.

Salah satu orang berjalan terhuyung-huyung. Bahkan, ia menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan. Ia terus saja berjalan, berjalan mencari perkampungan penduduk yang lain. Perkampungan yang tidak menderita kelaparan seperti kampungnya.

Sampailah ia di salah satu desa. Ada salah seorang pemuda melihatnya sedang berjalan. Pemuda itu berlari ke dalam rumahnya untuk mengambil makanan dan minuman. Ia hendak memberikannya untuk orang yang kelaparan itu.

Setelah mengambil makanan di rumahnya, lantas ia memanggil orang tersebut. Karena sudah cukup jauh, pemuda itu lalu berteriak dengan keras.

“Hey, pengemis kemarilah. Aku punya banyak,  makanan.” seru pemuda itu, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (08/11/2020).

Namun yang dipanggil malah tak menoleh. Pemuda itu kembali berteriak. Orang yang kelaparan itu lalu menoleh. Ia merasa sedih karena dirinya dianggap pengemis.

“Aku bukan pengemis, jadi simpan saja makananmu,” ucap orang itu.

Pemuda itu terdiam. Rupanya ia salah bicara. Tidak seharusnya ia mengatakan orang yang kelaparan itu pengemis. Kini, orang yang hendak ditolongnya jadi tersinggung dan marah.

“Maafkan aku. Sekarang terimalah makanan ini,” ucap si pemuda.

Tetapi orang itu tetap tak menerima makana si pemuda. la tak mau harga dirinya hancur. Meskipun harus mati kelaparan, baginya tak masalah, asal tak ada yang menghinanya

Pesan moral dari Dongeng Anak Dunia : Sedekah Dan Hinaan (Cina) adalah berhati-hatilah dalam berkata, jangan sampai menyinggung perasaan saudaramu. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: