DKP3 Tangsel Lakukan Penguatan Urban Farming dan Perikanan

FOTO: Eksklusif DKPPP Tangsel for indolinear.com

Indolinear.com, Tangsel – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Forum OPD di Remaja Kuring, Serpong, Tangsel pada Selasa, 12 Maret 2019.

Menurut Kepala DKP3 Tangsel Nur Slamet, program prioritas DKP3 masih sama yaitu,  pertanian, perikanan, peternakan, dan  ketahanan pangan.

“Target RPJMD sudah tercapai beberapa program, misalnya program beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) keberagaman sudah tercapai, cadangan pangan 100 ton Insya Allah tercapai dan tahun depan selesai. Selain itu indeks petani dan perikanan sudah tercapai. Dalam RPJMD mungkin ada revisi, kita akan tingkatkan lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, DKP3 Tangsel akan melakukan penguatan urban farming dan perikanan. Dimana urban farming akan di laksanakan oleh kelompok tani, kelompok wanita tani, gerakan pemuda tani dan lainnya.

“Pemuda kita ajak supaya pemuda tertarik bertani, kita buka kan akses pelatihan, sumber daya, aset pasar permodalan melalui CSR dan lainnya. Selain itu tentunya kita buat pasar tani untuk segi marketingnya,” kata Nur.

Kota Tangsel memang memiliki lahan yang terbatas, namun pihak DKP3 sudah melakukan kajian lahan. Di Tangsel masih ada lahan tidur atau lahan yang tidak dipakai oleh pemiliknya.

“Kita meminta ijin ke perumahan lahan yang belum digunakan mereka, ada sekitar 20 hingga 30 hektar yang akan kita gunakan. Di Tangsel sendiri, lahan tidur jumlahnya masih banyak sekitar 300-400 hektar. Termasuk sepadan-sepadan sungai,” bebernya

DKP3 juga sudah meminta ijin ke PSDA Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane agar sepadannya bisa dimanfaatkan untuk pertanian. Nanti yang mengelola lahan tidur tersebut adalah petani dan kelompok-kelompok Tani.

“Selain pertanian kita juga ingin meningkatkan perikanan perkotaan yang menggunakan teknologi. Misalnya ikan hias bisa di rumah-rumah, sedangkan ikan konsumsi bisa menggunakan tong dengan desain terpal. Disamping eksisting masih ada di wilayah Setu beberapa kolam,” paparnya.

Menurut Nur, produksi ikan Tangsel sudah naik 80 persen. Saat ini sebanyak 320 ton setahun. Sedangkan kebutuhan konsumsi ikan di Tangsel sebanyak 3 juta ton lebih. Tangsel baru membantu 2 persen dari kebutuhan sisanya impor.

“Pasar kita masih terbuka banyak, target marketnya bagus. Oleh karena itu kita masih dorong biar banyak orang baru yang mau menjadi wirausaha ikan. Kita akan bantu didik dan ajarkan sampai dia bisa mengembangkan usahanya,” kata Nur.

Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu momentum yang penting dalam rangka Penyusunan RKPD Tahun Anggaran 2020 mendatang. Sejalan dengan hal tersebut, pihaknya harus memiliki tanggung-jawab untuk meningkatkan akselerasi pembangunan dalam mendukung pencapaian visi pembangunan jangka menengah daerah di Kota Tangsel.

“:Dengan prioritas pembangunan tahun anggaran 2020 mendatang yakni, penguatan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat. Sehingga anggaran pembangunan yang berasal dari APBD harus benar-benar di fokuskan pada pembiayaan program dan kegiatan yang bersifat prioritas dan strategis dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Walikota Airin berharap OPD termasuk DKP3 bisa mengangkat potensi daerah. Karen menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) diketahui belum dilakukan secara maksimal.

“Untuk DKP3 memiliki potensi dan market pasar. Kemarin kita baru saja rapat tim pengendalian inflasi daerah, saya juga hadir acara rakornas kementrian perdagangan. Inflasi kita di 3,13, Tangsel juga hampir mirip dengan inflasi di tingkat nasional,” kata Airin

Lanjutnya, dibandingkan 2014 inflasi diatas 8 persen ini sungguh sangat luar biasa. terlepas dari apa pun yang terpenting adalah daya beli masyarakat. Inflasi tinggi atau rendah kalau daya beli masyarakatnya bisa menjangkau harga maka ini bisa maksimal.

“Untuk pertanian ketahanan pangan kemarin saya hadir di acara pelatihan, dan tentu ada kemandirian. Karena kita punya perdagangan jasa, hotel, restaurant dan lainya yang membutuhkan sumber bahan pokok yang bisa diolah jadi budidaya ikan air tawar, dari pertanian perkotaan urban farming dan lainnya,” kata Airin.

Lanjut Airin, yang terpenting adalah kualitas hasil dari budidaya ikan, pertanian dan hal lainnya yang ada di DKP3.(ADV)