Djarum Foundation Tampilkan 3.000 Orang Menari Serentak di Tiga Kota

sindonewscom/indolinear.com
Jumat, 24 November 2017
loading...

Indolinear.com – Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menghadirkan Indonesia Menari 2017 yang rutin diselenggarakan sejak 2012. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini 3.000 orang menari serentak di tiga kota, yaitu, Jakarta, Solo, dan Bandung.

Indonesia Menari yang berlangsung 19 November, merupakan salah satu upaya Bakti Budaya Djarum Foundation untuk mengenalkan seni tari tradisional Indonesia dengan cara yang mudah dan menyenangkan.

Besarnya antusias peserta Indonesia Menari di tahun-tahun sebelumnya, mendorong Djarum Foundation melakukan penambahan kota, yaitu di Solo dan Bandung yang akan menari bersama.

“Kami harap, melalui Indonesia Menari 2017 semakin banyak masyarakat khususnya generasi muda yang memiliki keinginan untuk mempelajari tarian tradisional Indonesia dan bangga akan seni budaya bangsa. #MariMenari!,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation dalam konfrensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Indonesia Menari 2017 dilangsungkan dengan bentuk tarian massal koreografi yang menggabungkan beberapa gerakan tari tradisional nusantara dan tarian modern dengan durasi 4 menit, diiringi musik aransemen Pongky Prasetyo.

Tarian ini menggabungkan lagu daerah dari Aceh (Bungong Jeumpa), Kalimantan Barat (Cik Cik Periuk), Jawa Barat (Cingcangkeling), Maluku (Rasa Sayange), Sulawesi Utara (Si Patokaan) dan Nusa Tenggara Timur (Gemu Fa Mi Re).

17 dikonsep oleh Rosmala Sari Dewi dari CIOFF Indonesia dengan gerakan tari tradisional yang dikemas secara modern.

“Untuk Indonesia Menari 2017 saya mengkolaborasikan beberapa gerakan tari tradisional dari beberapa daerah dengan menyisipkan sedikit gerakan tari modern. Gerakannya cukup mudah untuk diikuti, sehingga para peserta yang bukan penari pun bisa berpartisipasi,” ucapnya.

“Karena menari dan melestarikan tarian daerah bukan hanya tugas penari, tetapi menjadi tugas kita semua sebagai masyarakat Indonesia,” ujar Rosmala Sari Dewi, CIOFF Indonesia dan koreografer Indonesia Menari 2017.

Kegiatan Indonesia Menari 2017 dimulai serentak pada pukul 13.00 WIB dengan konsep indoor yang tersebar di beberapa area di Grand Indonesia, Jakarta; The Park Mall, Solo; dan Mall 23 Paskal, Bandung.

Acara ini juga diramaikan dengan kehadiran para pekerja seni yang turut menari bersama dalam kemeriahan Indonesia Menari 2017 di masing-masing kota. Aktor Fero Walandouw dan Marcell Darwin juga aktris Yuki Kato menari bersama ribuan peserta di Jakarta, Ayushita dan Rangga Moelatampil di Solo, dan Citra Kirana bersama Morgan Oey menari bersama para peserta di Bandung.

Dengan tema kostum etnik modern, para peserta juga berkesempatan untuk mendapatkan hadiah dengan total ratusan juta rupiah. Hingga pukul 14.00 tadi, tim juri masih melakukan penilaian terhadap peserta.

“Tahun ini penilaian kelompok dengan kostum terbaik akan dilakukan melalui media sosial. Pengumuman peserta dengan kostum terbaik kemudian akan diumumkan melalui media sosial @indonesia_kaya sehari setelah acara berlangsung,” tutup Renitasari. (Gie)