Diterima Presiden Jokowi Di Istana Bogor, Bima Arya Menyerahkan Anugerah Bakti Utama Pusaka

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 7 Desember 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kongres V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Sabtu (4/12).

Anugerah Bakti Utama Pusaka untuk Jokowi diserahkan langsung oleh Ketua Presidium JKPI Bima Arya.

Penghargaan tersebut diberikan karena Jokowi merupakan salah satu pencetus lahirnya JKPI ketika menjabat sebagai Wali Kota Solo pada 2008 lalu.

Bima Arya mengungkapkan sejumlah poin pertemuan dengan presiden.

“Kami menyampaikan kepada bapak Presiden hasil-hasil Kongres JKPI ke-5. Kami sampaikan, kongres dihadiri 38 kepala daerah dan sejumlah perwakilan. Kongres juga memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dianggap berjasa bagi kota kota pusaka dalam programnya di Indonesia, salah satunya adalah Pak Jokowi yang merupakan pendiri JKPI ketika beliau menjadi Wali Kota Solo,” ujar Bima Arya, dalam keterangannya, dilansir dari Tribunnews.com (06/12/2021).

Dalam kongres tersebut juga disepakati komposisi Presidium baru JKPI, yakni Wali Kota Bogor Bima Arya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi serta Wali Kota Palembang Harnojoyo.

“Saya diberikan kepercayaan menjadi Ketua Presidium bersama dengan Wali Kota Semarang dan Palembang yang akan bertugas secara bergantian tiga tahun ke depan,” katanya.

Presiden Jokowi, lanjut Bima, menitipkan sejumlah hal kepada kepengurusan JKPI yang baru.

“Beliau banyak bercerita ketika menjadi Wali Kota Solo bagaimana perjuangan beliau menjaga warisan budaya dan warisan pusaka di Solo saat itu. Beliau menekankan hal itu tidak mudah. Bahkan sering kali harus bertentangan dengan pihak lain,” ujar Bima.

“Jadi, beliau menitipkan kepada kami untuk jangan takut menjaga warisan budaya dan warisan pusaka. Beliau meminta kepada kami anggota JKPI dan para kepala daerah untuk terus berkreasi dan menginovasi, untuk menghidupkan kembali warisan pusaka, warisan budaya agar tidak saja bisa diterima pasar atau menarik bagi wisatawan tetapi juga bisa menjadi hal yang menarik bagi kaum muda. Perlu sentuhan packaging, perlu sentuhan kemasan menarik, sentuhan profesional dan juga kreatif,” tambahnya.

Hal lain yang disampaikan adalah kolaborasi dan sinergi yang lebih aktif lagi dengan kementerian-kementerian terkait untuk pengembangan kota pusaka.

Sementara itu, Direktur Eksekutif JKPI Nanang Asfarinal juga menjelaskan, Presiden Jokowi mendorong para ahli lebih diberi ruang untuk membantu kepala daerah dalam merevitalisasi, merestorasi, bangunan-bangunan cagar budaya yang ada dan kreatif di dalam pengelolaannya. Sehingga bisa memberikan kontribusi positif bagi kota tersebut.

“Seperti hal yang disampaikan Pak Jokowi tadi banyak ditekankan kepada para kepala daerah ini untuk lebih kreatif, seperti yg disampaikan pak Wali Kota Bogor juga, Pak Jokowi menitikberatkan hal yg seperti itu. Berkreasi tapi tetap sesuai dengan kaidah-kaidah konservasi cagar budaya, jangan merusak tatanan yg ada,” tandasnya.

Bima Arya didampingi oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Walikota Sawahlunto Deri Asta, Wakil Bupati Siak Husni Merza, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, dan Wakil Walikota Buton Utara Ahali.

Kongres ke-V JKPI juga menetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan, diantaranya Surakarta (Ibu Kota Kemajuan Kebudayaan), Sawahlunto (Ibu Kota Warisan Sejarah), Banda Aceh (Ibu Kota Bandar Maritim), Bogor (Ibu Kota Berkelanjutan), Siak Sri Indrapura (Ibu Kota Literasi dan Pendidikan), Ambon (Ibu Kota Kreatif), Denpasar (Ibu Kota Kebangsaan) dan Sumbawa (Ibu Kota Perubahan Iklim). (Uli)

loading...