Disperkimta Tangsel Rampungkan Program RUTLH di Pamulang 

FOTO: Eksklusif Disperkimta Tangsel for indolinear.com

Indolinear.com, Tangsel – Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie meresmikan pembangunan rumah umum tidak layak huni (RUTLH) milik Dalih, warga Jalan Pala Raya, RT 02/001, Kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel, Rabu 9 Oktober 2019.

Benyamin Davnie, menjelaskan, tahun ini Pemkot Tangsel melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kota Tangsel melakukan perbaikan RUTLH tersebar di tujuh Kecamatan dengan jumlah sebanyak 205 unit rumah, salah satunya rumah Pak Dalih.

“Perbaikan RUTLH ini merupakan program usulan dari Musrenbang kelurahan, Kecamatan hingga Kota dan usulan melalui forum SKPD. Usulan tersebut di verifikasi oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Tangerang Selatan bersama dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di setiap kelurahan yang bersangkutan,” ungkapnya.

Benyamin menjelaskan, masyarakat yang berhak menerima bantuan melalui kegiatan ini adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan persyaratan memiliki Kartu Tanda Penduduk atau domisili Daerah, berkeluarga, berpenghasilan dibawah upah minimum Kota, memiliki tempat tinggal tetapi tidak layak huni, tanah yang digunakan sebagai tempat tinggal merupakan tanah hak milik atau dikuasi paling luas 120 m2 (seratus dua puluh meter persegi), tidak tercatat sebagai penerima bantuan dari pihak manapun dan Diusulkan oleh Ketua Rukun Tetangga dan Ketua Rukun Warga dengan persetujuan Lurah dan Camat.

Sementara itu jenis hibah bantuan sosial yang diberikan Pemkot kepada mereka yang berhak menerima bantuan adalah bantuan berbentuk hibah barang dan jasa.

Persyaratan rumah yang layak menerima bantuan sesuai dengan Peraturan Walikota Kota Tangerang Selatan nomor 6 tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni harus memenuhi kriteria yakni, rumah dengan kondisi rusak berat, rumah dengan atap material non permanen dengan kondisi rusak, rumah dengan dinding material non permanen dengan kondisi rusak, rumah dengan lantai belum tertutup material permanen, rumah belum memiliki sanitasi dasar dan/atau, rumah belum memiliki listrik dan air bersih.

Pelaksanaan kegiatan Perbaikan RUTLH dilakukan secara swakelola bersama dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang ada di setiap kelurahan lokasi penerima bantuan sosial.

“Kerjasama dengan BKM ini merupakan wujud sinergitas pemerintah daerah dengan masyarakat dalam membangun Kota Tangerang Selatan,” katanya.

Untuk biaya pembangunan RUTLH menjadi rumah layak huni ini sebesar Rp 70 juta untuk satu unit rumah, sedangkan di 2020 Pemkot menargetkan 250 rumah yang akan dibangun.

Plt Kepala Dinas Perkimta Tangsel Teddy Meiyadi, menjelaskan, dalam pelaksanaan kegiatan ini Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Tangerang Selatan didampingi oleh Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan yang mendampingi mulai saat sosialisasi sampai dengan pelaksanaan di lapangan.

“Setelah kegiatan Perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni selesai 100%, rumah tersebut diserahkan kembali kepada penerima bantuan untuk dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik. Rumah yang sudah diserahkan tersebut harus dihuni oleh pemilik, tidak boleh disewakan/ diperjualbelikan,” jelasnya.

Teddy Meiyadi menjelaskan, sebanyak 205 unit rumah yang dibedah, terdiri di Ciputat sebanyak 55 unit, Ciputat Timur sebanyak 6 unit, Pamulang 15 unit, Pondok Aren sebanyak 52 unit, Serpong sebanyak 31 unit, Serpong Utara sebanyak 19 unit dan Setu sebanyak 27 unit.

Dari 205 ini yang sudah dilaksanakan di 2019 per kecamatan dengan progres 100 persen yakni Ciputat sebanyak 37 unit, Ciputat Timur 6 unit, Pamulang 15 unit, Pondok Aren 43 unit, Serpong 31 unit, Serpong Utara sebanyak 19 unit, dan Setu sebanyak 20 unit, totalnya yakni 171 unit.

“Perkimta akan menyelesaikan sebanyak 34 unit yang belum dikerjakan di Ciputat, Pondok Aren dan Setu, pekerjaan akan dilakukan di akhir November dan akan diresmikan pada awal Desember 2019,” katanya.

Sementara itu untuk program CSR, sebanyak 10 unit rumah di bangun di Tahun ini.

Sementara Wati istri dari Pak Dalih, mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Tangsel khususnya Walikota dan wakil walikota yang sudah membedah rumahnya jadi lebih baik lagi.

“Terima kasih banyak ibu dan bapak, rumah kami jadi bagus, semoga bapak dan ibu panjang umur dan selalu diberikan kelancaran,” pungkasnya.(Adv)

INDOLINEAR.TV