Disperkimta Tangsel Lakukan Pembebasan  Lahan, TPA Cipecang Salah Satunya

FOTO: Eksklusif Disperkimta Tangsel for indolinear.com

Indolinear.com, Tangsel – Menumpuknya sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, membuat Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Bidang Pengadaan Tanah Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Tangsel melakukan perluasan dengan membebaskan lahan di wilayah sekitarnya.

Perluasan lahan yang masih dilakukan ini mengingat kondisi lahan TPA yang awalnya 5,6 ha tak lagi mampu menampung volume sampah buangan warga Kota Tangsel.

Kini, menurut Kepala Bidang pengadaan tanah  Disperkimta Tangsel, Rizqiyah luas lahan TPA Cipeucang +/- sekitar 13 ha. Sementara sisa yang belum dibebaskan berkisar diangka 3000an lagi.

“Luas 3000 an meter tersebut merupakan Buffer Zone atau Zona Penyangga, yakni wilayah yang mengelilingi atau berdampingan dengan area inti. Sesuai dengan SK penetapan lokasi,” ujarnya.

Selain Lahan TPA Cipeucang, Disperkimta juga melakukan pembebasan tanah untuk akses jembatan Cipeucang, saat ini masih proses penyelesaian pembayaran.

Selain di wilayah Cipeucang, tahun ini ada pula perluasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yaitu di Kecamatan Pamulang dan Kecamatan Serpong. Dilakukan guna menyambungkan tanah aset yang ada karena lokasi milik masyarakat tersebut memisahkan tanah aset TPU dimaksud.

Adapun untuk TPU Sarimulya tahun ini akan dilakukan pembebasan guna pembangunan aksesnya. Selain itu juga ada perluasan Jalan  Bhayangkara dengan panjang 800 meter dengan ROW 24 yang akan dimulai dari kanan jalan setelah sodetan alam sutera.

Adapun  progres pembebasan lahan untuk jalan layang Gaplek seluas 2,5 ha dengan panjang 1 kilometer, mulai dari depan PLN sampai Blue Bird ke arah Parung pun telah rampung 100 persen pada tahun 2017 lalu.

“Alhamdulillah 2,5 ha sudah selesai 100 persen dibebaskan, tinggal menunggu pembangunan dari pusat. Sepertinya infrastruktur berupa kabel-kabel listrik dan telepon sudah mulai dipindahkan ke pinggir jalan yaitu tanah-tanah yang sudah dibebaskan. Pembangunan akan dimulai dari pinggir-pinggirnya, kemudian jalan layang yang berada ditengah akan dibangun naik,” jelasnya sesuai yang disampaikan oleh pihak terkait.

Pembebasan lahan selanjutnya yaitu, perluasan Pusat Pemerintahan Kota Tangsel yang telah selesai 50 persen dari luas 4,9 ha. RS Pakulonan saat ini masih proses pembebasan, pembebasan seluas 2300an m2 dilakukan untuk menambah luasan dari  tanah aset 6500 meter yang sudah ada.

“Jadi yang kita bebaskan, sifatnya menambah tanah aset yang ada. Kemudian pembebasan untuk akses SD Negeri Muncul 1 yang saat ini masih tahap negosiasi. Adapun SMP Negeri 23 tahun ini juga akan dibebaskan tanahnya seluas 5000an meter. Saat ini masih dalam tahap persiapan untuk dilakukan inventarisasi,” bebernya.

Ia pun menjelaskan, tahun 2019 ini  total anggaran senilai Rp 200 miliar, untuk beberapa pengadaan tanah diatas.  pemberian ganti rugi harus dilakukan seimbang sesuai aturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Penilaian tidak hanya nilai tanah, termasuk juga segala benda berupa tegakan  yang ada diatasnya.(ADV)