Disperkimta Lakukan Penataan Integrasi Permukiman Kampung Nambo

FOTO: Eksklusif Disperkimta Tangsel for indolinear.com
Jumat, 22 Februari 2019

Indolinear.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) melakukan penataan pada kawasan kumuh. Salah satunya berada di permukiman Kampung Nambo, Serpong, Tangsel.

Menurut Plt Kepala Disperkimta Tangsel Teddy Meiyadi, lokasi tersebut untuk penataan kawasan integrasi. Saat ini Disperkimta bekerjasama dengan Universitas Indonesia membuat masterplan kampung nambo.

“Kami bekerjasama membuat masterplan dalam membantu penataan Kampung Nambo, kita buat desainnya apa saja yang dibutuhkan untuk kampung tersebut misalnya IPAL, taman, air bersih, kolam ikan dan lainnya,” ujarnya.

Menurut Teddy, penataan kawasan kumuh di Kampung Nambo ini berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Nantinya apa saja yang dibutuhkan kampung tersebut akan ditindaklanjuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Misalnya untuk pertamanan oleh Dinas Lingkungan Hidup, jalan dan saluran oleh Dinas Pekerjaan Umum, IPAL oleh DBPR, Bedah rumah Disperkimta dan lainnya,” ungkap Teddy.

Sementara, Kabid Permukiman Disperkimta Tangsel Bedi Budiman menghimbau kepada masyarakat untuk hidup bersih dalam rangka penyehatan lingkungan.

“Didalam DED, Kampung Nambo akan dibuat beragam fasilitas yang dibutuhkan. Seperti lapangan futsal, taman bermain, bank sampah untuk edukasi, pariwisata dan lainnya,” kata Bedi.

Intinya bagaimana permukiman ada perubahan untuk menjadi masyarakat yang sehat. Masyarakat atau penduduk di Kampung Nambo sangat peduli terhadap lingkungan untuk lebih baik lagi.

“Masyarakat sendiri yang ingin berubah menjadi lebih baik terhadap penyehatan lingkungan pemukiman. Awalnya justru mereka yang ingin berubah, sehingga  mengundang kami ke lokasi dan menceritakan keinginan mereka untuk merubah kampung ini menjadi kampung layak huni,” kata Bedi.

Lanjutnya, pihaknya merespon keinginan masyarakat dan bekerjasama dengan UI juga organisasi masyarakat yang peduli lingkungan. Perilaku masyarakat di Kampung Nambo sendiri yang ingin berubah. Padahal justru yang paling sulit itu merubah perilaku.

“Tahun ini DED akan dibuat dan pelaksanaan fisiknya pada tahun 2020. Pada tahun 2018 sudah dikerjakan air bersih dari dana APBD juga telah dibuat IPAL Komunal dari dana APBN,” ungkapnya.

Sementara Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany yang pernah berkunjung ke kampung Nambo mengatakan bahwa kawasan tersebut setelah direnovasi bisa menjadi tempat bermain.

“Intinya jadi salah satu fasilitas untuk masyarakat. Dimana ada tempat berkumpul, berkreatifitas, pemberdayaan dan lainnya. Bahkan aman ada kolam ikan, taman dan lain lain,” kata Airin.

Menurutnya renovasi yang dibuat tersebut agar bisa dimanfaatkan warganya lebih dahulu. Sehingga bisa nyaman untuk ditinggali.(Adv)