Disperindag Tingkatkan Industri Kreatif Rumah Tangga

Jumat, 23 Oktober 2015
loading...

Indolinear, Tangsel – Masih banyak masyarakat yang membutuhkan pelatihan dalam membuat barang-barang kreatif. Sebab ilmu yang didapatkan cukup penting untuk menghasilkan penghasilan.

Bahkan bahan bekas pakai pun bisa dijadikan sebuah peluang bisnis. Hal ini dibuktikan dalam kegiatan Pembinaan dan Fasilitasi Industri Kreatif yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tangsel di Saung Serpong, Kecamatan Serpong pada Kamis, (22/10).

Sebanyak 70 peserta perwakilan setiap Kecamatan mengikuti pelatihan yang digelar satu hari full itu. Mulai dari ibu-ibu PKK, Karang Taruna, guru PAUD dan masyarakat lainnya yang membutuhkan ilmu dalam bidang industri kreatif.

“Industri kreatif itu merubah bahan mentah, barang setengah jadi menjadi barang jadi dengan nilai lebih tinggi. Dalam kegiatan ini, peserta dilatih untuk memanfaatkan kain bekas menjadi tempat pensil, tempat tisu, dompet, dan barang lainnya yang bisa dijual,” jelas Kepala Bidang Industri Disperindag Tangsel Ferry Payacun.

Dia mengatakan biasanya konveksi banyak yang menjadikan kain perca sebagai limbah. Dari situ, masyarakat bisa memanfaatkan dengan membuat barang yang bisa dijual kembali.

“Modalnya cenderung sedikit, hanya kita perlu mengolah kembali sesuai dengan kreatifitas. Semakin unik maka akan semakin laku terjual,” ungkap Ferry.

Dalam pembinaan yang diberikan oleh pelatih Industri Kreatif Dwi Atmawati, peserta langsung praktek membuat dompet. Mulai dari bahannya yang sudah disediakan Diseperindah, sampai tata cara pembuatan, pemotongan, dan penjahitan disetiap bagiannya.

“Mereka dilatih sampai betul-betul bisa membuat produk sendiri. Jika masih belum bisa, dapat menghubungi pelatihnya langsung,” terangnya.

Disperindag Tangsel menargetkan 200 peserta akan dibina hingga akhir tahun 2015, kedepan mereka akan memberikan bahan-bahan, mesin jahit, dan peralatan lainnya untuk menunjang mereka menjadi IKM. Harapannya agar didalam pelatihan ini bisa meningkatkan perekonomian rumah tangga.

“Sehingga pada akhirnya mereka bisa membuat produk yang dipasarkan di toko-toko. Kita juga akan mengajak mereka untuk memasarkan produknya lewat pameran-pameran yang sering dilaksanakan disetiap acara Tangsel,” jelasnya.

Sementara Prasetianingsi, salah satu peserta Pembinaan dan Fasilitasi Industri Kreatif mengatakan sangat senang dapat diberikan pelatihan membuat produk dari bahan bekas.

“Sangat kreatif ya, dari yang tadinya bahan bekas yang tidak layak guna sekarang sudah bisa digunakan. Sepertinya ini bisa saya praktekan di rumah,” ungkap ibu tiga anak ini. (sophie)