Disperindag Tangsel Targetkan 2020 RPJMD Selesai

FOTO: Eksklusif Disperindag Tangsel for indolinear.com

Indolinear.com, Tangsel – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Forum OPD di Remaja Kuring, Serpong, Tangsel pada Selasa, 12 Maret 2019.

Menurut Kepala Disperindag Kota Tangsel Maya Mardiana Forum OPD ini membahas program yang berkaitan dengan pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), walaupun target sampai tahun 2021 tapi kita berharap 2020 bisa diselesaikan.

“Kalau dari sisi industri kita mentargetkan wirausaha baru, kami tidak hanya mengandalkan APBD tapi juga bekerjasama dengan mitra, ada mitra swasta, institusi dan termasuk dari pusat yaitu kementrian. Jadi target RPJMD kita sudah melampaui, meskipun anggaran tidak serta merta dari APBD,” kata Maya.

Lanjutnya, untuk perlindungan konsumen Disperindag Tangsel telah membuat kestabilan harga dari sisi pengawasannya termasuk tera dan tera ulangnya.

“Untuk perdagangan salah satunya pasar. Saat ini kami akan merevitalisasi pasar Ciputat yang ditargetkan selesai pada 2020 akhir atau 2021 awal. Manakala pembebasan lahannya sudah diselesaikan maka pembangunan akan segera dilaksanakan,” ungkap Maya.

Saat ini, lanjut Maya, tahap KPBUnya sudah sampai OBC. Sudah sampai market sounding, tetapi untuk pembebasan lahan ada di Disperkimta. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik dan lancar proses kedepannya.

Selain itu, melalui Pasar Bintaro, Tangsel  mendapat penghargaan Pasar Ramah Lingkungan karena telah membuat TPS3R dan Bank Sampah.

“Kita posisikan amrolnya di posisi yang tepat, kita juga mengedukasi mereka bahwa sampah yang biasanya dibuang harus kena biaya dan ini dibalik sampah harus mempunyai nilai ekonomis,” beber Maya.

Disperindag bekerjasama dengan Silaturahmi Bank Sampah (Sibas) yang sudah memiliki 215 bank sampah. Jadi bukan hal yang sulit bahwa di pasar juga bisa menduplikasi itu.

Pasar penghasil sampah yang tinggi, sehingga dengan adanya bank sampah maka bisa mengurangi dan memilah untuk sampai ke TPSA.

“Di Bintaro pengangkutan sampah satu hari masih satu rit, sampah juga belum terpilah dengan baik. Kita minta bantuan dari DLH dan Sibas untuk memberikan edukasi secara terus menerus, sehingga mereka bisa tergerak dan tanggung jawab atas sampahnya,” jelasnya.

Kedepan Disperindag akan membentuk 5K yaitu kebersihan, ketertiban, keamanan, kenyamanan dan keindahan yang melibatkan sektor terkait. Jika peran serta masyarakat ada maka kita bisa mengurangi permasalahan.

Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan bahwa perdagangan merupakan PR bagi kita bersama bagaimana bisa memasarkan produk.

“Kita juga mendapatkan penghargaan Pasar Bintaro menjadi Pasar Ramah Lingkungan. Karena ada inovasi masyarakat disana yang membuat TPS3R dan bank sampah. Karena hampir setiap hari banyak warga bintaro yang mengeluh sampah lama diangkutnya,” jelas Airin.

Maka Tangsel baru dapat penghargaan tentang pasar ramah lingkungan. Walaupun Airin masih tidak percaya diri namun pasar ini dapat dicontoh bagi pasar lainnya dengan membuat bank sampah.

“PR saya juga adalah revitalisasi pasar Ciputat yang belum selesai. Persoalannya tanah bermasalah, kalau salah bayar nanti masyarakat yang menerima yang kena masalah dan pemerintah yang membayar juga kena masalah. Ini yang sedang kita selesaikan, makanya kita minta pendampingan. Yangpenting adalah prinsip kehati hatian, bagimana caranya kita seleseikan pasar Ciputat,” kata Airin.

Airin juga meminta Disperindag untuk bisa  lelang terbuka melakukan investasi di Pasar Jombang. Selain itu, Airin ingin Disperindag bisa menata pasar Serpong agar tidak ada yang berjualan di pinggir jalan yang menyebabkan kemacetan.

“Sebetulnya tidak ada pedagang di pinggir jalan selesai dan tertib. Ini tantangan buat Disperindag dalam membersihkan pasar. Karena dengan pasar yang baik dan higienis orang akan datang ke pasar, sehingga ada perputaran ekonomi dan kesejahteraan, baik bagi pedagang maupun masyarakat yang belanja di sana,” beber Airin.

Airin juga mengatakan bahwa di Tangsel tidak boleh ada industri atau pabrik besar yang membuat polusi. Karena di Tangsel 70 persen nya adalah hunian.

“Pabrik besar di Tangsel tidak bisa berdiri karena kita mmiliki prinsip Tangsel adalah rumah dan kota kita. Suasana perumahan tempat kita tinggal harus nyaman. Kita jaga betul industri yang ada. Yang terpenting kurangi polusi udara. Sehingga ada kenyamanan masyarakat yang tinggal di Tangsel,” ungkap Airin.(ADV)