Disperindag Tangsel Bina 420 Wirausaha Bersaing di MEA

Jumat, 23 Oktober 2015
loading...

Indolinear, Tangsel – Menuju pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Pemerintah Daerah (Pemda) harus memiliki trik-trik khusus untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebab, jika tidak bisa bersaing di kancah internasional, penduduk daerah akan terkalahkan oleh Negara asing dalam mencari penghasilan.

Ternyata hal ini sudah dipikirkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, sebab melalui Bidang Perindustrian mereka memiliki target untuk melakukan pembinaan kepada 420 wirausaha baru di Tangsel.

“Kita bentuk wirausaha baru itu untuk ditingkatkan menjadi Indutri Kecil Menengah (IKM), misalnya dengan cara memberikan PIRT, Sertifikat Halal, cara pengemasan, dan pembinaan lainnya,” ungkap Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Tangsel Ferry Payacun, Jumat (23/10).

Menurutnya jika masyarakat sudah dibina menjadi wirausaha, maka pihak kita bisa merebut pasar Asia. Minimal, produk yang dijualnya bisa dibeli dan dipesan dalam setiap kegiatan SKPD Tangsel.

“Penduduk Tangsel saja sudah 1,4 juta jiwa, ditambah lagi dengan tamu yang akan datang nantinya. Maka jika produk kita bisa terpakai, masyarakat bakal meningkat perekonomiannya,” jelas Ferry.

Dia menjelaskan kegiatan ini bagian dari upaya pemerintah untuk membantu masyarakat.

“Supaya Tangsel dengan kepala tegak siap melaksanakan dan bersaing di MEA,” terangnya.

Minimal kata Ferry, masyarakat kita bisa bertahan di kampong sendiri.

“Nantinya akan ada target lain untuk mengekspor barang, namun sementara kita kuatkan disini dulu,” paparnya.

Kegiatan ini ditujukan kepada para ibu rumah tangga yang sering berada di rumah tapi tidak memiliki kesibukan. Hal ini bermanfaat untuk kehidupan pribadinya. Paling tidak bisa membantu meningkatkan kehidupan dalam keluarga.

“Ini untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Dari pada di rumah diam saja, lebih baik dia buat produk komersil. Nanti dalam setiap rapat SKPD kita gunakan produk mereka,” jelas Ferry.

Namun, sebelum digunakan oleh setiap SKPD, produknya harus sesuai dengan standar keamanan. Misalya makanannya tidak boleh dibungkus dengan streples, tidak boleh menggunakan bahan tambahan yang berbahaya, dan lain sebagainya.

Kedepan, para wirausaha baru ini akan diberikan alat perekat plastik (sealer) oleh Disperindag Tangsel. Untuk membuat produknya sesuai dengan standar. (sophie)