loading...

Disnaker Kabupaten Bekasi Bakal Menyiapkan Aplikasi Lowongan Kerja

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 24 Juli 2020

Indolinear.com, Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi bakal menyiapkan aplikasi lowongan kerja.

Alasannya, Kabupaten Bekasi tidak menggelar pameran bursa lowongan kerja atau  job fair pada tahun 2020 karena pandemi virus corona atau Covid-19.

“Job fair ini kan 2020 tidak ada, tapi kita lagi rancang aplikasi lowongan kerja,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Suhup, Bekasi, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (23/07/2020).

Aplikasi lowongan pekerjaan tersebut, kata Suhup, sebagai  terobosan untuk mengakomodasi pencari kerja sekaligus mengurangi angka pengangguran di wilayahnya.

Menurut Suhub, job fair tidak bisa dilakukan karena khawatir terjadinya kerumunan dan terjadi penyebaran virus corona.

“Enggak perlu berkerumun, gitu (berkerumun) kalau di job fair, warga bisa lihat di aplikasi itu aja informasi lowongan pekerjaan,” katanya.

Saat ini, aplikasi tersebut sedang dalam proses pembuatan bersama Diskominfosantik Kabupaten Bekasi. Rencananya aplikasi ini akan diluncurkan dalam waktu dekat.

“Sedang kita formulasikan juga dengan Diskominfo teknisnya seperti apa.”

“Yang pasti itu untuk mempermudah juga akses masyarakat ketika mencari lowongan kerja maupun perusahaan yang ada lowongan pekerjaan,” katanya.

Dalam waktu dekat ini, kata Suhup, Dinsker Kabupaten Bekasi bakal melakukan sosialisasi aplikasi ke sejumlah perusahaan dari berbagai kawasan industri di Kabupaten Bekasi.

Sosialisasi itu dilakukan agar perusahaan dapat berkoordinasi dan lebih terbuka terhadap Disnaker Kabupaten Bekasi, jika ada lowongan pekerjaan.

“Jadi ketika perusahaan ada lowongan kerja, nanti langsung dimasukkan ke aplikasi kita. Kemudian pencari kerja mencari lowongan dan melamar pekerjaan juga melalui aplikasi kita,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 6.206 buruh terdampak pandemi Covid-19.

Sebanyak 1.651 buruh di antaranya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Jumlah tersebut menjadi yang terbesar di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Sebanyak 6.206 pekerja yang terdampak itu berasal dari 460 perusahaan.

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Suhup, mengatakan bahwa data jumlah itu didapatkan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Jumlah itu juga paling terbanyak se-Jawa Barat.

“Iya betul itu data yang diterima dari Kemnaker RI, data yang baru yang terdampak sekitar 6.206 buruh,” ujar Suhup.

Rinciannya, dari 6.206 buruh yang terdampak Covid, 606 di antaranya diliburkan, 3.949 dirumahkan dan 1.651 orang terkena PHK.

Suhup mengatakan,  dimulainya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi maupun adaptasi kebiasaan baru (AKB),  industri mulai beraktivitas kembali.

Namun, pihaknya belum kembali mendata apakah buruh yang terdampak itu sudah kembali bekerja atau tidak.

“Ini belum, kita masih ingin data ke perusahaan-perusahaan itu kelanjutan mereka (buruh) yang diliburkan, di rumahkan dan PHK,” ucap Suhub. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: