Dishub Wacanakan Looping System Untuk Urai Kemacetan

kabar6com/indolinear.com
Senin, 27 November 2017
loading...

Indolinear.com, Kota Tangerang – Seiring dengan Berjalannya waktu, kemacetan kini jadi problem serius bagi aparatur di wilayah Kota Tangerang. Salah satu penyebab kemacetan adalah, tidak sebandingnya jumlah volume kendaraan dengan ruas jalan yang ada.

Untuk mengurai kemacetan yang terjadi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang berencana bakal melakukan rekayasa lalu-lintas dengan memberlakukan looping (putaran) di beberapa ruas jalan yang diindikasikan menyebabkan kemacetan.

Adaun salah satu ruas jalan yang akan dibuat looping diantranya adalah ruas Jalan Hasyim Ashari dan Jalan Teuku Umar-GJA, serta sejumlah ruas jalan lainnya yang kepadatan arus lalu lintasnya sudah cukup tinggi.

“Untuk penerapan yang lainnya masih dikaji, nanti akan saya infokan kalau sudah ada hasilnya,” ujar Kadishub Kota Tangerang, Saeful Rohman.

Seperti diketahui penerapan Looping (putaran) diberlakukan guna menghindari crossing antar kendaraan bermotor untuk mengurai kemacetan yang terjadi dibeberapa titik diruas jalan ota Tangerang.

Sebelumnya, Walikota Tangerang, H. Arief Wismansyah menyatakan bila pihaknya akan memperbanyak looping di area persimpangan. Untuk itu, maka pihaknya juga akan mengurangi operasional lampu lalu lintas yang ada.

“Untuk mengurai kemacetan, kami akan memperbanyak looping system, flyover (jembatan layang) dan underpass (terowongan). Makanya, kami juga akan mengurangi operasional lampu lalu lintas,” kata Arief ditemui di Kota Tangerang, Senin 2 Oktober 2017.

Dengan looping system, maka kendaraan dapat terus melaju tanpa harus berhenti di simpang jalan. Karena banyaknya lampu merah yang menyala selama kurang lebih 180 detik, juga membuat penumpukan kendaraan di persimpangan jalan. “Durasinya lampu merah 180 detik, sementara lampu hijau hanya 50 detik,” ujarnya. (Uli)