Disapa Wanita Berkebaya Saat Magrib, Malamnya Saiful Kejang Sampai Lumpuh

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Selasa, 13 Oktober 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Banyak orang tua bilang jangan berada di luar rumah saat Maghrib karena iblis dan setan sedang berkeliaran. Para orang tua mengajak anaknya masuk ke dalam rumah ataupun surau-surau untuk beribacah.

Mungkin sebagian orang menyepelekan pesan itu dan menganggapnya sebagai cara untuk menakut-nakuti anak-anak saja. Tapi, pesan itu bukan tanpa sebab. Ada baiknya kita mengikuti ajakan itu.

Dalam hadis riwayat Jabir RA, bahawa Nabi SAW bersabda:

” Jika masuk awal malam –atau beliau mengatakan: jika kalian memasuki waktu sore- maka tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran pada saat itu. Jika sudah lewat sesaat dari awal malam, bolehlah kalian lepaskan anak-anak kalian. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah karena setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup.” (HR. Al-Bukhari no. 3304 dan Muslim no. 2012).

Saiful Sahak mengaku telah membuktikan kebenaran pesan itu. Pemuda 30 tahun asal Malaysia itu baru saja mengalami peristiwa horor karena melakukan jogging pada waktu Maghrib. Kakinya serasa kaku, tidak bisa berjalan.

Pemuda yang tinggal di Puchong Perdana ini memang gemar berolah raga. Jika punya waktu, dia juga berlari. Tapi, karena selalu pulang petang dari tempat kerja, dia melakukan jogging menjelang Maghrib.

” Saya berlari minimal tiga kali seminggu untuk menjaga kesehatan dan menghilangkan stres bekerja,” kata dia, dilansir dari Dream.co.id (11/10/2020).

Saiful memulai aktivitas olah raga lari sekutar setengah tujuh waktu setempat. Dia berkeliling di kawasan Puchong, Selangor.

” Tetapi itulah kali terakhir (Disember lalu) saya berlari setelah itu jatuh sakit tidak bisa berjalan,” cerita dia.

Petang itu, kata Saiful, dia berlari di taman seperti biasa. Kebetulan hari itu tidak ramai orang. Jalanan lumayan lengang. Setelah berlari tiga putaran, dia memutuskan balik ke rumah karena azan Maghrib sudah berkumandang.

” Ketika dalam perjalanan ke tempat parkir motor, saya ditegur seorang wanita cantik berkebaya serta selendang berwarna putih yang tidak tahu dari mana datangnya,” kata dia.

Wanita itu bertanya apakah Saiful akan balik ke rumah. Saiful pun menjaab pertanyaan itu. Dia mengaku memang akan balik karena sudah Maghrib.

” Saya pandang wajahnya sambil beri senyuman dan terus beranjak pulang,” kata Saiful.

Dalam perjalanan, barulah Saiful bertanya-tanya dari mana asal wanita itu. Sebab, selama ini dia tidak pernah meihat wanita misterius tersebut.

Sesampai di rumah, Saiful langsung mandi dan berwudu. ” Tiba-tiba saya berasa kaki ditarik kejang. Sakitnya hanya Allah yang tahu. Saya meraung memanggil teman serumah dan terus membawa ke rumah sakit.”

Sesampai di rumah sakit, dokter mendiagnosanya hanya mengalami cedera otot. Dokter pun memberikan suntikan kepadanya. ” Terus balik,” jelasnya

Namun keesokan harinya, kedua kaki Saiful tidak bisa digerakkan. ” Saya terpaksa dipapah untuk ke kamar mandi atau bergerak,” kata dia.

Karena kondisinya semakin parah, Saiful kembali ke rumah sakit. Dia juga cuti kerja karena sedang sakit. ” Dokter memberitahu, tidak ada cedera otot serius yang terjadi,” tutur Saiful.

Setelah tiga hari, kondisi Saiful tidak mengalami perubahan. Sehingga dia menelepon sang ayah yang tinggal di wilayah Sabak Bernam.

” Ayah saya punya sedikit ilmu-ilmu pengobatan Islam. Bila ada gangguan kecil, InsyaAllah dia bisa merawatnya,” kata dia.

Setelah mendengar cerita Saiful, sang ayah hanya mengangguk-anggukkan kepala. Sang ayah mengatakan bahwa Saiful diganggu ‘pengunggu’ taman yang menyukainya.

” Intinya adalah saya menjawab pertanyaan wanita itu. Saya hanya diam dan meminta maaf setelah mendengar penjelasannya,” kata Saiful.

Setelah sang ayah membaca beberapa ayat Alquran, kaki Saiful perlahan pulih. ” Setelah seminggu sudah kembali normal,” kata Saiful yang tak mau lagi ke taman itu. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: