Diremehkan Saat Beli Smartwatch, Pemuda Bayar Pakai Uang 1.400 Lembar

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Selasa, 10 November 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Malaysia – Kesal dengan pelayanan buruk seorang karyawan toko gadget, seorang pemuda Malaysia membeli jam tangan pintar senilai 1.400 ringgit atau setara Rp4,9 juta dengan menggunakan pecahan uang kertas 1 ringgit.

Dalam sebuah video berdurasi 10 menit yang viral di media sosial, terlihat tiga karyawan toko gadget sibuk menghitung ribuan lembar uang kertas 1 ringgit.

Dilansir dari Dream.co.id (08/11/2020), pemuda bernama Muhammad Hafiz Jusoh itu mengatakan kejadian berlangsung di sebuah toko gadget di Kuala Terengganu, Terengganu, pada 2018 lalu.

Tetapi video itu baru dibagikan di media sosial pada Senin, 10 Agustus lalu, sebagai tanggapan atas keluhan seorang netizen yang mendapat perlakuan kasar dari karyawan sebuah toko gadget merek terkenal.

Dapat Perlakuan Buruk di Toko Gadget

” Waktu itu saya berniat membeli smartwatch (jam tangan pintar) karena sudah lama mengincarnya. Jadi, saya datang ke toko itu dan karyawan perempuan ini memperlakukan saya dengan acuh tak acuh.

” Sedangkan saat itu hanya ada saya dan seorang teman di toko itu. Karyawan itu enggan mendekati saya, jadi saya harus bertanya kepadanya tentang jam itu,” katanya.

Tetapi Muhammad Hafiz merasa kesal dengan respons yang diberikan oleh karyawan perempuan tersebut. Saat bertanya fungsinya, Muhammad Hafiz malah dapat jawaban yang tidak enak.

” Saya cuma bertanya apa fungsinya. Dia malah menyuruh saya untuk melihat sendiri keterangan di layar di dinding.

Mungkin Karena Pakai Celana Pendek dan Sandal Jepit

” Selain melihat saya dengan menjelingkan mata, raut wajahnya juga seperti sedang tidak mood.

” Hanya karena penampilan saya kurang meyakinkan, memakai kaos kebesaran, celana pendek dan sandal jepit, tapi jangan diperlakukan dengan buruk,” katanya.

Namun Muhammad Hafiz tetap membeli jam tangan pintar idamannya itu di toko gadget yang kebetulan merupakan penjual resmi merek tersebut.

” Waktu itu penjual resmi terdekat rumah saya ada di Kemaman (Terengganu) yang jaraknya kurang lebih 70 kilometer. Jadi, saya tak ada pilihan dan terpaksa membelinya di toko itu,” katanya.

Bayar Pakai Uang Kertas Pecahan 1 Ringgit

Awalnya Muhammad Hafiz ingin membayar jam tangan pintar itu dengan kartu kredit. Tapi temannya mencegah. Temannya menyarankan membeli pakai uang hasil jualan di warung makan milik Muhammad Hafiz.

” Teman bilang ‘Kenapa tidak gunakan uang jualan di warung untuk membayar biar karyawan itu merasakan capeknya menghitung lembaran 1 ringgit berjumlah ribuan’,” kata Muhammad Hafiz.

Saat itu Muhammad Hafiz kebetulan membawa tas berisi uang hasil jualan di warung makan yang dijalankan bersama kakaknya. Waktu itu ada uang sejumlah 2.000 ringgit di tas Muhammad Hafiz yang terdiri dari lembaran 1 ringgit, 5 ringgit dan 10 ringgit.

Butuh Setengah Jam untuk Menghitungnya

” Tapi kebanyakan uang kertas 1 ringgit. Saya kasih semuanya ke karyawan perempuan yang sombong itu. Dia tak bilang apa-apa tapi dia memanggil manajer dan rekannya untuk membantu hitung uang.

” Saya juga tidak menghitung uang saya berikan itu. Mereka membutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk menghitung harga jam tangan pintar senilai 1.400 ringgit. Kemudian mereka mengatakan kurang 50 ringgit dan saya berikan lima lembar uang kertas 10 ringgit,” ujarnya.

Menurut Muhammad Hafiz, selain restoran, dia dan kakaknya juga menjalankan kafe dan kantin sekolah. Dia memang suka memakai pakaian yang santai dan tidak ribet.

” Saya memakai sandal setiap hari karena nyaman. Sebelum kejadian itu, saya sudah dua kali membeli gadget di toko itu. Saya mungkin dikira pelanggan baru.

” Tapi, baik pelanggan tetap atau baru, seharusnya dia tidak memberikan pelayanan yang buruk semacam itu. Jangan lihat seseorang dari penampilan dan pakaiannya,” pungkas Muhammad Hafiz. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: