Direktur Balapan F1 Meninggal Dunia Menjelang Seri GP Australia

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Sabtu, 16 Maret 2019

Indolinear.com, Melbourne – Direktur Balapan Formula 1 (F1), Charlie Whiting, meninggal dunia hari Kamis (13/3/2019) pagi, atau tiga hari jelang balapan perdana musim 2019.

Ia wafat dalam usia 66 tahun. Pria berkebangsaan Inggris itu dikabarkan meninggal karena penyakit pulmonary embolism (penyumbatan pembuluh darah di paru-paru).

“Saya sangat sedih mengetahui kematian Charlie yang tiba-tiba,” kata Jean Todt, Presiden Federasi Otomotif Internasional (FIA) yang dikutip dari Kompas.com (15/03/2019).

“Dia telah menjadi direktur balapan yang hebat, tokoh sentral di Formula One yang tak ada duanya. Formula One telah kehilangan sosok besar,” tutur Todt.

Whiting telah menjadi Direktur Balapan F1 sejak tahun 1997. Sebelumnya, dia pernah bekerja untuk tim balap Hesketh dan kemudian hijrah ke tim Brabham. Ia juga menjadi bagian dari FIA dan merupakan salah satu orang yang turut mendorong pemakaian halo terhadap mobil perserta F1.

Halo merupakan penghalang dengan bentuk seperti cincin yang dipasang di atas kepala pengemudi untuk melindungi mereka dari benturan keras. Sosok Whiting juga dekat dengan para pebalap dan kru tim peserta karena sering memberikan arahan soal teknis sebelum balapan dimulai.

Ucapan belasungkawa dari para tim peserta F1 pun mengalir untuk Whiting. Mereka mengenang Whiting sebagai sosok besar terhadap industri F1.

“Charlie akan dikenang sebagai salah satu orang besar dari olahraga kami, serta sebagai kolega hebat,” tulis McLaren dalam Twitter resmi mereka.

Pebalap Mercedes, Valtteri Bottas, juga mengungkapkan kesedihan atas kepergian Whiting yang mendadak.

“Berita yang sangat menyedihkan dan sulit dipercaya jelang GP Australia. Turut berduka untuk keluarga dan teman-teman. Dia sudah melakukan begitu banyak hal untuk olahraga ini,” tulis Bottas. (Uli)