Dinsos Kota Bekasi Sebut 195.535 KK Akan Menerima Bansos Tunai Rp 300.000

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Kamis, 7 Januari 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Dinas Sosial Kota Bekasi telah mencatat jumlah kepala keluarga (KK) yang akan menerima bantuan sosial tunai ( BST) tahun 2021.

Diperkirakan ada 195.535 KK di Kota Bekasi yang akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 300.000.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Penanggulangan Masyarakat Miskin Dinas Sosial Kota Bekasi Yeni Suharyani saat dikonfirmasi.

“Sampai saat ini data yang kami terima dari Kemensos sebesar 195.535,” kata Yeni, dilansir dari Kompas.com, (06/01/2021).

Angka penerima BST itu berpatokan pada jumlah KK yang sebelumnya menerima bantuan sosial presiden. Sebelumnya, data penerima bansos presiden diverifikasi ulang oleh pihak Dinas Sosial dan Kementerian Sosial.

Verifikasi dilakukan untuk memastikan bahawa penerima BST masih ber-KTP Kota Bekasi dan belum meninggal dunia. Setelah data itu diperiksa kembali, Dinas Sosial menyerahkan data calon penerima BST ke Kementerian Sosial.

“Setelah itu, datanya dikembalikan lagi ke kita agar data – data NIK yang tidak valid, NIK yang bermasalah atau yang tak terdeteksi baru kita berkoordinasi dengan Dukcapil,” jelas Yeni.

Namun, Yeni kemudian menyebutkan, masih ada kemungkinan data penerima BST bertambah. Pasalnya, proses verifikasi data masih terus berlangsung hingga 13 Januari 2021 mendatang.

Sebelumnya, kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan sosial 2021 pada Senin (4/1/2021).

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Penanganan Fakis Miskin (PFM) Kemensos Asep Sasa Purnama.

Asep mengatakan, ada tiga jenis bansos yang akun disalurkan. Salah satu bantuan yang akan cair mulai besok adalah Bantuan Sosial Tunai (BST).

Setiap penerima BST, akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 300.000 yang diberikan selama empat bulan berturut-turut, terhitung sejak Januari hingga April 2021.

Cara cek

Untuk mengetahui apakah Anda masuk daftar penerima BST, silakan mengunjungi laman Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

Berikut langkahnya:

Kunjungi laman https://dtks.kemensos.go.id.

Pada bagian paling atas, tersedia beberapa kolom pencarian penerima bantuan sosial tunai (BST).

Pilih ID >> Ada tiga jenis ID, yaitu ID DTKS/BDT, Nomor PBI JK/KIS, dan NIK.

Adapun ID DTKS adalah ID Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Biasanya nomor tersebut tersimpan di Dinas Sosial Kabupaten/Kota. Jika tidak memilikinya, maka Anda dapat memilih opsi NIK atau Nomor Induk Kependudukan atau nomor PBI JK/KIS.

Masukkan nomor kepesertaan dari ID yang dipilih.

Masukkan nama yang sesuai dengan ID yang dipilih.

Masukkan dua kata yang tertera dalam kotak box captcha.

Klik “cari”.

Penyaluran

Direktur Jenderal Penanganan Fakis Miskin (PFM) Kemensos Asep Sasa Purnama mengatakan, akan ada 10 juta penerima bantuan sosial tunai tahun ini.

Penyaluran BST dilakukan dengan pengiriman langsung ke penerima melalui mekanisme pos.

“BST disalurkan ke KPM melalui mekanisme POS,” jelas dia.

Selain BST, pemerintah juga akan menyalurkan dua bansos lainnya, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako.

Total, ada sekitar 38,8 juta penerima tiga bansos.

Menteri Sosial Tri Rismaharini sebelumnya mengingatkan agar penerima bantuan tidak menggunakan uang bansos untuk membeli rokok.

Hal itu merupakan instruksi langsung dari Presiden Jokowi.

Jika ada penerima bantuan yang kedapatan membeli rokok menggunakan uang bansos, maka pemerintah tak segan untuk melakukan evaluasi.

“Kami akan bicarakan, kalau itu terjadi, maka kami akan melakukan evaluasi untuk penerima bantuan. Karena sekali lagi jangan sampai bantuan ini untuk kesehatan namun kemudian ada masalah karena digunakan untuk rokok,” kata Risma.

Risma mengatakan, pihaknya akan menyiapkan alat untuk mengetahui pembelanjaan penerima bantuan dari uang bansos.

“Kita berharap sekali lagi karena itu akan berpengaruh terhadap rencana-rencana yang sudah dilakukan oleh pemerintah jangan kemudian karena beli rokok dan kemudian menjadi sakit,” kata dia. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: