Dinkes hingga Istana Memastikan Covid Omicron Di Bekasi Hoax

FOTO: cnnindonesia.com/indolinear.com
Kamis, 9 Desember 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengklarifikasi sejumlah pemberitaan yang beredar perihal ditemukan kasus varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau yang dikenal dengan varian Omicron di Indonesia. Dinkes memastikan varian baru Covid-19 belum teridentifikasi di Kabupaten Bekasi berdasarkan pemeriksaan genome.

Kadinkes Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti menambahkan bahwa pihaknya tidak pernah menyebutkan bahwa varian Omicron ditemukan di Bekasi. Ia menilai, kemungkinan terdapat human error dalam berita publikasi melalui situs Pemkab Bekasi yang kemudian menjadi rujukan sejumlah media nasional.

“Tidak ada pernyataan saya yang menyatakan ada Omicron di Kabupaten Bekasi ya, atau di warga lain di Bekasi. Jadi benar dari Kemenkes belum ada sampai sekarang varian Omicron. Posisinya yang membuat berita (Pemkab Bekasi) missed mungkin pemahamannya atau salah dengarnya,” kata Enny, dilansir¬† dari Cnnindonesia.com (08/12/2021).

Enny menyebut pihaknya sejauh ini hanya berupaya meluruskan pemberitaan media yang sempat menyebutkan bahwa terdapat 19 warga di Kabupaten Bekasi yang positif Covid-19 setelah pulang dari luar Negeri. Hal itu ia katakan dalam rapat bersama Plt Bupati Bekasi dan Camat di Kantor Bupati pada Selasa (7/12) kemarin.

Enny dalam rapat tersebut menurutnya sama sekali tidak menyinggung varian Omicron, ia mengaku dirinya hanya ingin mengkonfirmasi bahwa 19 warga tersebut bukanlah warga Bekasi, melainkan hanya sampel 19 warga kedatangan internasional yang diperiksa di Laboratorium Farmalab Kabupaten Bekasi usai dinyatakan positif Covid-19.

“Saya hanya memastikan saja bahwa itu mereka bukan warga Bekasi dan posisinya sudah dikarantina di Jakarta ya. Saya menyampaikan itu saja dan kaitan diduga Omicron tidak ada, tapi yang jelas positif Covid-19 saja,” kata dia.

Enny juga menambahkan bahwa Laboratorium Farmalab Kabupaten Bekasi tidak memiliki kapasitas untuk melakukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendeteksi strain virus corona baru. Menurutnya, 19 sampel yang dikirim itu hanya sampel warga positif Covid-19 seperti pada normalnya.

Ia mengaku tidak tahu menahu terkait kelanjutan pemeriksaan 19 sampel warga tersebut. Lantaran menurutnya yang memiliki kapasitas untuk pemeriksaan WGS adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes).

“Saya juga tidak bilang mereka orang Jakarta, hanya mereka dikarantina di Jakarta begitu ya,” ujarnya.

KSP Bantah Omicron Bekasi

Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan belum ada temuan varian Omicron di Indonesia saat ini. Tenaga Ahli Utama KSP Abraham Wirotomo mengatakan sudah mengecek kabar itu ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi.

“Hoaks semacam ini bisa merugikan masyarakat dan menimbulkan kepanikan yang tidak diperlukan,” kata Abraham dalam keterangan tertulis.

Abraham menyampaikan Dinkes Kabupaten Bekasi sudah mengecek ke laboratorium. Memang ada empat orang yang terpapar Covid-19 di sana. Meski demikian, hasil laboratorium menunjukkan empat orang itu tidak terpapar varian Omicron. Abraham bilang empat orang itu terpapar virus Corona varian Delta.

“Keempat warga yang positif sudah dilakukan karantina, dan juga dilakukan tracing pada kontak erat. Langkah-langkah sudah dijalankan sesuai protokol,” tuturnya.

Sebelumnya, muncul kabar penemuan virus Corona varian Omicron di Kabupaten Bekasi. Varian baru itu disebut ditemukan di laboratorium Farmalab. (Uli)