Dindikbud Tangsel Lestarikan Cagar Budaya Melalui Seni Photography

Eksklusif Dindikbud Tangsel for indolinear.com

Indolinear.com, Tangsel – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Photography Workshop & Competition di Aula Balai Kota Tangsel, Ciputat pada 23-24 Oktober 2018.

Kasi Penyelenggaraan Kesenian Dindikbud Tangsel, Sadelih mengatakan bahwa Workshop digelar untuk memberikan pengetahuan kepada para peserta lomba photography tentang teknik dasar photo dan perkembangan photography.

“Ada sebuah ilmu yang dibawa para peserta supaya bisa menumbuhkan rasa mereka menjadi photography profesional,” katanya.

Dalam lomba photography sebanyak 100 peserta terdaftar, dengan kategori pelajar dan umum. Sebelum melalukan lomba foto mereka diberikan pembekalan agar bisa mengikuti lomba dengan baik.

“Untuk lomba photo ada 3 lokasi cagar budaya dan 2 lokasi wisata yaitu Keramat Tajug, Makam Pahlawan 1000, Rumah Daan Mogot, Tandon Ciater dan Jaletreng River Park,” katanya.

Rencananya hasil foto-foto lomba akan dikumpulkan dan dipamerkan dalam HUT Kota Tangsel ke 10 di Lapangan Sunberst yang kemudian menjadi hak milik Dindikbud Tangsel.

“Kita sengaja membuat lokasi foto di cagar budaya dan tempat wisata untuk melestarikan sejarah Tangsel. Sekaligus mengenalkan kepada masyarakat melalui seni foto,” ungkapnya.

Sementara, menurut Kabid Kebudayaan Dindikbud Tangsel Iis Nur Asih, kelestarian mengenai cagar budaya dan tradisi adalah tanggung jawab bersama untuk melestarikan dan menjaganya.

“Masing-masing daerah tentunya memiliki peninggalan yang bersejarah diwilayahnya. Dimana tradisi dan budaya tersebut akan diwariskan secara turun temurun,” kata Iis.

Untuk itulah menanamkan kebanggan dan mencintai dengan sepenuh hati akan warisan tradisional budaya, termasuk cagar budaya asli patut ditanamkan sedini mungkin.

Anak-anak dan masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa peninggalan budaya kita mencerminkan nilai-nilai moral bangsa kita dan identitas kita di tengah masyarakat luar. Maka sudah sepatutnya kita mencintai dan menjaga cagar budaya yang kita miliki agar tidak termakan oleh jaman yang kian maju.

Kepala Dindikbud Tangsel Taryono, mengatakan bahwa kegiatan luar biasa ini menjadi bagian program pendidikan berkarakter. Menjadi bagian membangun sekolah dan menyenangkan.

“Juga upaya nyata dalam membangun minat dan cinta masyarakat kepada budaya lokal. Yang pada gilirannya membangun generasi cerdas dan berkarakter,” jelasnya.

Dengan lomba photography ini, peserta maupun masyarakat akan mengetahui bahwa Tangsel memiliki situs budaya lokal yang patut dicintai.(Adv)

%d blogger menyukai ini: